Distingushed Gethleman’s Ride 2017 Yogyakarta | Peningkatan Peserta Setiap Tahun
Ajang tahunan, Distingushed Genthleman’s Ride (DGR) kembali digelar di seluruh dunia. Tahun ini, DGR digelar pada Minggu, 24 September di masing-masing negara yang merayakannya. Dari lebih dari 50 negara yang mengikuti DGR, Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki peserta kota terbanyak. Salah satunya Yogyakarta 2017 menunjukkan peningkatan peserta setiap tahunnya.
Regrestrasi yang dilakukan secara online mencapai 200 orang peserta, namun dalam prakteknya DGR Yogyakarta berhasil merangkul kurang lebih 500 peserta yang menggunakan bermacam-macam motor. Meeting poin dilaksanakan di Stadion Kridosono Yogyakarta yang kemudian dilanjutkan dengan riding bersama sejauh 20 km menuju Taman Kuliner Yogyakarta, Minggu, (24/09).
Riding yang dikuti oleh ratusan motor dibuat setertib mungkin agar tidak mengganggu pemakai jalan lain. Panitia bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk mengawal riding. Menariknya, peserta juga diarahkan untuk mengunakan jalur motor saat melintasi ring road Yogyakarta. “Ini adalah bentuk edukasi untuk peserta Yogyakarta yang mengikuti DGR, meski ada motor besar yang diijinkan melalui jalur cepat, namun kami tetap mengarahkan untuk melewati jalur lambat yang diperuntukkan untuk roda dua,” ujar Dasa sebagai ketua panitia.
Spesialnya tahun ini, dana yang terkumpul dalam DGR tidak sepenuhnya disumbangkan ke DGR pusat di Australia. Lucky Orka dari Ulah Adigung turut serta untuk mensosialisasikan program sosial Ulah Adigung yang sedang mengarap sebuah panti asuhan di kota Surakarta.
“Panti asuhan ini sebetulnya sudah ada yang dikelolah oleh mas Teddy AWS. Namun lokasi yang digunakan masih menyewa. Untuk itu kami dari Ulah Adigung bergabung dalam program DGR yang saat ini dilaksanakan di Bandung, Yogyakarta, dan Surakarta. Misi kami mengembalikan makna DGR sebagai kegiatan sosial, jadi tidak hanya dandan keren dan riding. Yang kami harap semua peserta dapat melebur dalam kegiatan sosial ini tanpa memandang motor yang dipakai, Saat ini target kami sekitar 200 juta rupiah untuk membangun panti asuhan yang sudah ada 39 orang,” jelas Lucky Orka.
Dalam DGR Yogyakarta 2017 donasi dana yang terkumpul sekitar Rp 3,4 juta rupiah belum termasuk dari dari penjualan marchendies yang ditargetkan bisa mencapai Rp 5 juta. “Tahun ini kami membagi hasil dari donasi yang terkumpul. Untuk itu 30% kami peruntukkan untuk DGR pusat, dan 20% untuk membantu misi Ulah Adigung. Dan sisanya untuk menyuport kegiatan sosial daerah, saat ini target kami adalah membantu masyarakat Gunung Kidul yang memiliki masalah kekeringan,” tutup Dasa July Prasaja.
Teks & Foto: Uky Basuki.







Leave a Comment