Friday on Wheels | Saat Bikers Surabaya Guyub di Jumat Malam
Sekelompok pecinta custom culture di Surabaya membuat movement bertajuk Friday On Wheels (FOW). Seperti namanya, Friday on Wheels menjadi wadah bagi semua pecinta custom dengan aktivitas riding di Jumat Malam.
Dikatakan oleh Ariandy Kurniawan, salah satu pencetusnya, “kita ingin mempersatukan para enthusiast motor dengan cara riding keliling kota Surabaya sebulan sekali di Minggu ke-2 atau 3 pada Jumat malam,” buka Ariandy.
Friday on Wheels sendiri tercetus saat mereka berkumpul di Café Longroads, yang memang sering jadi tempat kongkownya bikers Surabaya sekitar 6 bulanan lalu. Banyak dari mereka yang sudah memiliki benderanya masing-masing seperti Pras (Customland), Dedet (Rocket Fantasy Garge), Sony (Twist Paint), juga anggota lain yang kebanyakan memiliki club atau komunitas. Semuanya bertemu dalam Friday on Wheels.
“Berawal dari keinginan agar kustom culture di Surabaya berkembang. Saya masih melihat di Surabaya masih mengkotak-kotakkan dari club atau komunitas. Saya sendiri dari Street Demon Surabaya merasa jenuh kalau kumpul hanya dengan temen club sendiri. Kenapa nggak berkumpul dengan yang lain. Makannya FOW ingin menjembatani para pelaku Surabaya dan Sidoarjo agar lebih guyub dan solid seperti kota-kota besar lainnya,” imbuhnya.
Kegiatannya sendiri sudah pasti rolling thunder yang hanya digelar satu kali dalam sebulan, salah satunya pada Jumat (11/5) lalu di Surabaya. Mengambil waktu Jumat malam di minggu ke-2 atau ke-3. Agar tidak bosan, mereka memilih tempat kopdar yang berbeda dari café ke café. Ajang ini akan dijadikan ajang silaturahmi mereka antar sesama pengguna motor baik anak club maupun bikers independent.
“Kami berusaha menyajikan yang terbaik. Mau naik motor custom, klasik scooter sampai pabrikan sekalipun ayo riding bareng kita. Boncengers yang kepo sama Friday on Wheels juga boleh ikut lho. We are welcome. Come ride with us!,” pungkas Ariandy.
Teks: Wildaf | Foto: Istimewa.














1 Comment
Ardi Pratama
16/05/2018Semoga FOW menjadi titik awal Custom Culture di Surabaya