Harley-Davidson FXR 1993 | Melesat Seperti Banaspati
Pada beberapa kelas yang diperlombakan di ajang Kustom Bike Show di Kustomfest Oktober kemarin, Anak Elang Harley-Davidson selaku salah satu APM H-D di Indonesia membuka Club Style Class khusus untuk motor-motor Harley. Kelas ini pun cukup menarik perhatian, mengingat pengguna Harley di Tanah Air cukup besar.
Salah satunya adalah Yogeswara Anagha, yang sempat memajang Harley-Davidson FXR berkonsep American Pro Street yang kini telah memiiki body lebih besar. Ubahan motor yang menjadi jawara Club Style Class yang dijurikan oleh Yaniv Evan ini sebenarnya tidak terlalu banyak, dengan desain yang menggunakan beberapa parts yang bersifat ads-on.
Meski tinggal pasang, namun bukan berarti parts yang diaplikasi hanya mengandalkan barang yang ada di pasaran. “Part-part ini didesain dan diproduksi sesuai desain yang telah dibuat, namun dalam aplikasinya tidak merusak atau merubah dari parts asli yang sudah menempel di motor. Pada proses tersebut tidak gampang, karena desain parts baru yang kita buat ini harus selaras dengan parts yang telah menempel pada motor,” Jelas Yayack, sebagai builder Retro Classic Cycles.
Sasisnya sendiri masih belum diganti. Beberapa material untuk detailing seperti skid plate dan air scoop, Yayack menggunakan bahan aluminium. Sementara fairing, didapat dari stock FXRP, dan beberapa parts lain seperti side bag dari H-D Dyna dan footpack dari Biltwell.
Pada mesin, dikatakan Yayack telah mengalami upgrade stage 2, yang meliputi penggantian camshaft, pengapian, karburator Mikuni 42, sprocket, adjustable lifter pushrod, dan knalpot dengan muffler performance dari Supertrapp.
Bagian roda mengusung konsep yang serupa. Dengan menggunakan velg H-D Mag 13 spokes, dengan ban shinko berukuran depan 100/90 x 19, dan belakang 140/90 x16. Sisi pengereman juga telah diuprgrade dengan caliper dari Brembo, double disc dari Wildwood. Motor ini juga telah ditunjang dengan shock belakang dari Ohlins Gold.
Pembangunan selesai dikerjakan dalam waktu sekitar 3 bulanan. Sedikit kendala terjadi pada proses pencarian barang karena beberapa di antarnya memang termasuk sulit ditemukan dan menguras kantong.
Pengecatan motor dikerjakan oleh Retro Syndicate Engineering and Kustompaint. Titah Argayoga sebagai artistnya mengkonsep warna yang cukup simple, yakni dengan warna dasar hitam doff dikombinasi dengan flame berwarna silver. “Ini biar selaras dengan beberapa parts berbahan alloy yang terpasang pada motor. Kalau dilihat konsep cat keseluruhan, ada kesan modern tapi juga tetap berpadu dengan classic old skool pada desain lidah apinya,” imbuh Yayack.
Motor ini berjuluk Banaspati. Banaspati sendiri dikenal sebagai sesosok hantu berwujud bola api yang melayang dan dapat melesat sangat cepat. “Sesuai dengan karakter dan penggambaran motor ini, dengan karakter mesin FXR yang sangat responsif seakan-akan pengendaranya dibawa melayang saat melesat dalam kecepatan tinggi, terlebih dengan adanya ubahan mesin yang telah di-upgrade stage 2 dengan beberapa parts performance,” pungkasnya.
Teks: Wildaf | Foto: Kustomfest








Leave a Comment