Harley-Davidson Sportster 1200 | Raih Penghargaan Dari FKC Mooneyes Spanyol
Kesan pertama mengenal motor bernama Dirty Majesty awalnya agak sedikit membingungkan, pasalnya, kata Dirty yang diartikan kedalam bahasa memiliki arti kotor dan kumuh seakan berbanding terbalik dengan apa yang kita lihat pada sosok motor berbasis Harley-Davidson Sportster 1200 milik Beth Albichar.
Motor yang digarap di rumah modifikasi ternama di kawasan Yogyakarta, Indonesia ini terlihat sangat apik dan menarik perhatian mata yang melihatnya. Kesolekan motor dengan mesin silinder kembar berbentuk V berkapasitas 1200 cc ini tidak hanya di sisi painting yang glamour dengan laburan krom pada bagian frame dan beberapa part pendukung lainnya.
Motor asal Amerika dengan luapan tenaga sebesar 67.7 hp pada @5.680 rpm dan torsi maksimal 72.9 ft.-lb. di ketinggian 4.300 rpm ini dipercayakan Beth sang owner kepada Queen Lekha Chopper. Di home garage yang terkenal dengan deretan motor bergenre chopper ini, motor tampil apik serta minimalis di luar glamour dengan kilauan cahaya yang terpantul dari efek sinar material besi krom.
Menurut Yayack selaku builder mengaku jika motor ini digarap oleh anak bangsa untuk mengharumkan nama Indonesia. Pasalnya motor ini memang disiapkan untuk ajang festival custom culture show terbesar di Jepang bernama Yokohama Hot Rod Custom Festival Desember mendatang. Menurutnya, kata Dirty tidak melulu harus kotor dan dekil.
“Dirty Majesty, tampil tidak dekil karena terinspirasi dari kawanan mafia yang tampil elegan namun berbahaya. Motor ini sedikit “membingungkan” karena sang owner senang sekali dengan efek bling-bling namun dalam media sebuah Harley-Davidson Sportster 1200 bergaya vintage,” ujarnya.
Dengan segenap kemapuan tim Queen Lekha Chopper yang berdasar pada pengalamannya membuat sebuah karya apik, ia dan tim pun merasa harus menuntaskan tugas mengarap motor ini dengan tenggang waktu sekitar tiga bulan pengerjaan dengan segala kendala yang dihadapi. Ia mengaku kesulitan terletak pada bagian Sprotor milik Harley-Davidson Softail. Dimana posisi part tersebut seharusnya berada di sisi sebelah kiri namun harus mereka ubah khusus pada Sporter 1200 yang notabene di berada di sisi kanan. Kesan minimalis juga bisa dilihat dari penggunaan velg model palang yang di labur pilihan warna krom.
Mengusung tema Street Choppers Speed, Harley-Davidson XL1200 garapan Queen Lekha Chopper terlihat presisi pada sisi finishing baik pada bagian rangka maupun body worknya yang menyilaukan pandangan. Demi kesan glaour, pilihan warna merah dan biru dengan media tengah berwarna emas ini pun di install pada bagian body seperti tangki bensin, side box hingga rear fender. Entah sengaja atau tidak, kombinasi pilihan warna ini membuat kuat pada negara kelahirannya yaitu Amerika Serikat dimana komposisi warna motor ini memiliki proporsi pas pada bendera sang negara adi kuasa tersebut.
Yayack dan owner juga mengaplikasikan sebuah angka 63 di bagian box yang di posisikan tepat dibawah single seater berbahan kulit. Dimana angka tersebut memiliki arti dari nama komunitas sang owner yang bernama balkot 63 Jogja. Rampung di sisi body work dan painting, pandangan mulai berubah haluan kepada bagian pendukung. Langkah pintar sang builder terletak pada bracket knalpot pipa besi yang dikaitkan pada sebuah rangka bertipe rigid.
Yayack terlihat sangat detail dalam mengerjakan karyanya di bagian ini. Di luar estetika, sissy bar yang umumnya memiliki tinggi di atas 30 cm malah ia ganti dengan sissy bar model mini. Ia sengaja membuat bagian ini terlihat unik sekaligus menyeimbangkan bagian front end yang terlihat lebih tinggi dengan stang custom garapannya. Hampir secara keseluruhan, motor ini tidak memiliki part bolt on yang dianggap sebagai bumerang karena bisa saja dimiliki motor lain nantinya.
“Justru setang nyakan gak naik tuh, makanya sisi barnya pendek aja cukup. Kebetulan juga pas bahannya habis hehe…”.
Kesan simple di bagian kaki-kaki ia tunjukan dengan penggunaan velg depan dan belakang yang menggunakan velg model invader mewah. Velg ini ia klaim sebagai velg buatannya di Queen Lekha Choppers. Kemewahan lain terletak pada penggunaan ban depan Avon berukuran 21 inchi dan 18 inchi di bagian belakangnya yang menggunakan ban merek Firestone.
Proses yang sudah disepakati dua belah pihak melalui proses gentleman agreement dengan media gambar di awal pembuatan menjadi kekuatan tersendiri atas karya yang rencananya akan diboyong ke Jepang Desember mendatang bersama satu motor lainnya yang juga bergaya Chopper khas garapan Queen Lekha Chopper.
Dengan ubahannya ini, motor ini pun berhasil mendapat penghargaan dari FKC – Free Kustom Cycles Mooneyes Spanyol di ajang Yokohama Hot Rod Custom Show 2017 di Jepang beberapa waktu lalu.
Teks: Andhika Kresna | Foto: Kustomfest.








Leave a Comment