Harley-Davidson XR 1200X 2010 | Like Father Like Son

Sebuah pepatah lama mengatakan “Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya” ungkapan itu terasa sangat pas bagi seorang pembalap bernama M. Faisal Prasetya dari bengkel bernama Evocycleswork. Selain berprofesi sebagai pembalap ia juga gemar “ngoprek” deretan motor bermesin besar, Harley-Davidson. Konsistensi dirinya dalam memaintance dan tuning Harley-Davidson terbukti membuahkan hasil dalam gelaran adu balap cepat di lintasan lurus berjarak 402 meter.

Pria yang juga anak dari seorang pembalap lawas Dani Kusnendar ini berhasil menggeber Harley-Davidson XR1200X kepunyuaan Dhito. Motor asal Amerika Serikat dengan warna hitam ini sukses digarap di workshop yang berlokasi di kawasan kompleks pergudangan sat rudal Auri No.85 Jatirahayu Pondok Melati, Jatiwaringin, Pondokgede - Bekasi. Menurutnya ada beberapa ubahan motor lansiran tahun 2010 ini selain skill start yang baik dalam lintasan.

70% motor - 30% skill pembalap

“Selain skill dari masing-masing pembalap, terutama saat start. Motor juga sangat berperan dalam meraih hasil terbaik. Keduanya harus bersinergi, artinya pembalap bertugas meraih waktu start yang baik dan mampu mengendalikan buasnya mesin dan motor bertugas optimal untuk terus mau dipacu hingga garis finish”.

Di tangan dinginnya, Isal panggilan akrabnya mengaku ada beberapa ubahan pada Harley-Davidson XR1200X ini. Selain menggunakan beberapa part racing competition yang dibutuhkan untuk menggantikan part standart ia dan tim juga merubah beberapa part bawaan seperti merubah part penggerak V-Belt yang ia ganti menggunakan rantai. Menrutnya, penggerak rantai dianggap lebih kuat untuk motor balap khususnya Drag Bike.

Di sisi lain, mesin Harley-Davidson XR1200X yang takdirnya sudah memiliki tingkat kompresi yang buas ia sempurnakan lagi dengan membersihkan ruang bakarnya yang kembar agar pembakaran menjadi lebih sempurna dan dapat bekerja optimal. Setelah ruang bakar dianggap sudah bersih dari kerak atau kotoran, ia juga mengganti pengapian standart dengan pengapian super tuner yang di mapping (remapping) khusus untuk trek lurus sepanjang 402 meter.

Sementara agar suplai bahan bakar tidak mangalami masalah pendistribusian ke dalam ruang bakar, ia juga mencopot part injeksi bawaan menjadi sistem injeksi racing. Tujuannya tidak lain agar asupan bahan bakar bisa lebih deras dan bensinpun tidak mengalami “gagal move-on” untuk diproses dalam ruang silinder.

Usai sistem pembakaran yang dianggap tidak mengalami masalah, Isal pun mulai memikirkan untuk keluaran sisa pembakaran mesin dengan menggunakan tipe knalpot yang pas. Bagian ini dianggap cukup vital karena kesalahan dalam pemilihan knalpot bisa menjadi bumerang dalam ruang bakar sehingga tenaga yang dihasilkan masih belum terasa maksimal dan malah memberatkan kinerja mesin yang telah sempurna pembakarannya.

Isal mengambil langkah dengan mengganti knalpot bawaan dengan membuat ulang (custom) pipa dengan menggati sistem freeflow 2 on 2. Sistem pembuangan makin ia sempurnakan dengan menggunakan sebuah silencer dengan sistem slip on berbahan dasar titanium. Selain mampu menghasilkan output yang baik, knalpot garapannya ini dianggap mampu mereduksi panas yang berlebih. Karena dipersiapkan untuk balap, Harley-Davidson XR1200X milik Dhito ini juga di bekali dengan part baru seperti kampas kopling untuk setiap race. Hal ini bertujuan agar mesin tidak kehilangan traksi saat akselerasi pertama hingga akhir lintasan.

Bicara traksi, Isal juga memikirkan traksi pada dua roda Harley-Davidson XR1200X ini. Hal tersebut ia siasati dengan menggunakan ban asal Jerman Metzeler tipe Roadtec Z8 Interact di bagian depan dan belakangnya. Karet import ini memiliki alur minimalis dan komposisi material yang pas untuk race sehingga ban pun terasa “menggigit” aspal lintasan khususnya saat berada di posisi start.

Menghidari hal yang tidak diinginkan saat posisi start dan ketidakstabilan motor saat di pacu sepanjang lintasan. Isal pun mempercayakan suspensi Harley-Davidson XR1200X ini dengan menggunakan suspensi asal Negri Sakura, Jepang yaitu Showa. Beberapa kali melakukan sesi skrutinering sebelum race dimulai motor dengan basis mesin yang sama dengan Harley-Davidson XL1200 atau Sportster ini terlihat mampu melesat cepat dan sempurna saat start dimulai.

Text: Andhika Kresna | Foto: Herry Axl