Honda CB 125 1974 | Anak Jokowi Kepincut Custom
Buah jatuh memang tak jauh dari pohonnya. Setelah Presiden Jokowi yang beberapa waktu lalu membeli sebuah Chopper berbasis Royal Enfield Bullet 350, kini giliran Gibran Rakabuming Raka memperlihatkan besutannya yang bergaya café racer.
Anak pertama Presiden tersebut mempercayakan Rich Richie Ride Garage (RRRG) yang sama-sama berada di kota Solo untuk menggarap motornya. Seperti dikatakan oleh Eko Sutanto selaku buildernya, cerita berawal mula saat akun @rrrgworks miliknya yang kerap saling komentar dengan akun @chillipari milik Gibran. Koneksi ini berlanjut dengan Gibran yang kemudian berniat membangun motornya di workshop tersebut.
Salah satu café racer milik RRRG membuat Gibran kepincut. Motor berbasis Honda CB 125 lansiran 1974 yang awalnya telah bergaya japstyle, ingin dirubahnya menjadi café racer dengan full fairing.
“Awalnya kita komen-komenan di IG. Saya pikir akun @chillipari itu ada adminnya, ternyata langsung oleh mas Gibran. Dia bilang pengen rubah motornya jadi café racer full fairing. Kita kasih beberapa referensi, warnanya dia sendiri yang request dan dia nggak pesen yang aneh-aneh, yang penting keren karena mau buat didisplay,” buka Eko.
Projek pengerjaannya sendiri sebenarnya sudah cukup lama yakni sejak Oktober 2017 lalu. Setelah deal, Eko dan tim langsung mengeksekusinya.
Frame
Seluruh body dipreteli dengan fokus utamanya tentu merubah sasis japstyle menjadi café racer.
Fairing
Untuk mengejar tampilan yang diinginkan, fairing dibuat hingga menutupi blok mesin. Bagian tangki hingga fairing ini dibuat dengan plat setebal 1,2 mm.
Kaki-kaki
Untuk café racer ini, diaplikasi velg aluminium dengan ban dari dari IRC SP2. Sementara untuk menyesuaikan tampilan motor yang lebih bongsor, diadopsi fork depan milik Honda Tiger lawas dan shock belakang aftermarket.
Kickstart
Demi mengejar tampilan, full fairing ini mau tak mau akhirnya menutupi blok mesin. Akibatnya motor ini tak bisa dipasangi kickstarter, di samping memang Honda CB tidak memiliki electric starter. Maka untuk menghidupkan mesinnya harus dengan cara didorong.
Painting
Untuk tampilan akhir, motor dicat dengan warna putih-biru yang terinspirasi dari warna oli Gulf.
Gibran termasuk salah satu customer perfeksionis. Selama proses pengerjaan, ia kerap mengecek progres terutama soal tampilan maupun penggunaan parts sehingga semuanya sesuai keinginan. Meski sempat molor dari jadwal, motor ini selesai digarap dalam waktu 3 bulan. “Pokoknya kita berusaha memberikan yang terbaik. Kita juga udah izin sama mas Gibran buat test ride motor ini, dan sempat dibawa ke Indonesia Rockers Day di Yogyakarta Desember tahun lalu,” pungkas Eko.
Teks: Wildaf | Foto: @rrrgworks.
