Honda CB400 Super Four 1998 | Bold Spartan
Melihat tampang Honda CB400 ini, penampilan gagahnya menarik perhatian. Meski terkesan simple, café racer satu ini berhasil mengantongi Jawara Main Class All Cafe Racer yang dijurikan oleh Geoffrey Baldwin dalam gelaran Kustomfest 2017, awal Oktober lalu di Yogyakarta.
Motor yang digarap oleh Imanuel Prakoso atau biasa dikenal Nuel dari Treasure Garage Bali ini sengaja dibuat sepadat dan sesimpel mungkin. Namun dalam kopnsepnya, ia yang sekaligus pemilik motor ini mengutamakan pada kualitas parts, proporsi dan detail pada tampilannya.
“Konsepnya pure café racer yang merebah atau rendah. Jadi kita buat se-padat dan se-simple mungkin karena awal mula café racer kan memang ditujukan untuk speed. Jadi kita gak terlalu neko-neko untuk tampilan, tetapi mengutamakan kualitas part, proporsional, dan detailnya,” beber Nuel.
Perombakan dilakukan hampir 70% terutama di bagian body. Rangkanya dicustom untuk penempatan ulang tempat radiator coolant. Proses ini cukup jadi sedikit kendala karena harus benar-benar menyesuaikan. “Sasisnya masih original, tapi kita potong bagian subframe, yaitu dari tengah ke belakang. Dan parts lain kayak footstep juga kita buat minimalis,” imbuhnya.
Pada mesin pun tak banyak yang diubah. Engine bawaan CB masih original, namun karburator disetting ulang agar lebih responsive dan diaplikasikan juga kopling hidrolik. Sementara pada knalpot, sesuai dengan konsep motor yang mengutamakan tampilan, saluran gas buang ini juga telah diganti menggunakan pipa full stainless steel.
Pemilihan parts juga terlihat bold seperti pada stang jepit, daymaker headlight, dan tentunya custom parts seperti tangki.
Sementara pada kaki-kaki, custom bike berjuluk Spartan ini mengaplikasi velg original CB400 dengan ban Fuckstone ukuran 17×4.50. Untuk sisi belakang, juga mengaplikasi parts yang sama persis.
“Untuk suspensi, karena kita berkonsep pada pure café racer, kita tidak ganti shock depan karena masih enak dan nyaman, juga ringan. Selain itu, ini juga buat mengejar tampilan classic atau retro look. Jadi pakai shock telescopic memang paling pas. Arm belakang pun masih ori, kita hanya rubah shock belakang menggunakan YSS,” imbuhnya.
Setelah beres dengan kaki-kaki, motor ini selesai dalam waktu 2,5 bulan saja. Bodynya yang cukup besar ini kemudian dipoles dengan paduan warna abu-abu dan deep black yang membuat penampilannya tetap simple.
“Ini project motor dengan customer saya, Adit. Awalnya kita bingung mau kasih nama apa, tapi saat melihat hasil akhirnya, motor ini memang punya tampilan sangar dan gagah. Jadi cocok banget dengan Spartan,” tutupnya.
Teks: Wildaf | Foto: Kustomfest.







Leave a Comment