Honda CBR 250R I Naked a la Mad Max
Memiliki naked bike memang sudah idaman Radix Mulya Mahardika. Namun niat tidak semulus jalan tol, meskipun Honda CBR 250R sudah dimiliki sejak tahun 2012. Radix justru mempertahankan bentuk asli sampai tahun 2016.
Tahun 2012 sampai 2015 brader Radix justru suka touring bersama komunitas Honda CBR Club Surabaya (HCCS). Ia juga salah satu pengurus HCCS, sehingga waktu luangnya digunakan untuk berkomunitas juga menjalankan hobi memodifikasi kuda besinya.
Merasa sudah klimaks merubah motor, Radix beranjak untuk mewujudkan keingingannya. Berawal dari teman kenal teman, akhirnya ia bertemu dengan Hong King Kong Custom (HKK Custom). Tekatnya untuk mengkustom CBR250R jadi naked sudah bulat. Konsep yang diingini adalah Café racer namun futuristic.
Awalnya Radix sempat membawakan gambar-gambar acuan Café racer, karena dianggap builder seperti tamplate maka Radix dibujuk untuk mencari tema yang nyeleneh agar tak sama dengan motor café racer kebanyakan. Radix pun sempat binggung saat menentukan tema, namun sang builder tak kalah akal. Sang builder mulai menggali kesenagan si client, contohnya, “kalau mau tema futuristic, film apa yang disukai?” pancing brader Harsoyo sebagai pentolan HKK Custom. Sedikit pencerahan, tema yang ditentukan mengacu dari film layar lebar yaitu Tron.
HKK Custom pun memulai pengerjaan CBR250R, rombakan dimulai dari tangki. Tantangannya CBR250R adalah motor injeksi untuk itu posisi fuel pump kudu pas seperti bawaan pabrik. “Awalnya saya banyak dapat ejekan café racer kok bentuk tangkinya coffin? Haha ingat biar tak terkesan tamplate, jadi harus beda. Plus saya kudu mengamini client dengan tema futuristic,” jelas sang builder. Bentuk baru tangki CBR250R sempat membuat Radix setengah orgasme, pasalnya ia sangat terkesan dengan bentuk baru tangkinya. “Saat saya tengok motor, tangki sudah terpasang kesan yang ditimbulkan sudah gahar. Sejak itu juga saya urungkan tema dari film tron, sekalian saja saya jejalkan konsep-konsep industrialist namun tetap futuristic so apalagi kalau bukan Mad Max,” kenanga Radit.
Layaknya film Mad Max, baju plastik bawaan pabrik ditanggalkan, digantikan baju besi. Nampak dari fairing hingga buntut hornet dibuatkan garis-garis tegas. Inspirasi bentuk buntut hornet mengacu dari GP500 yang dulu pernah tenar oleh Michael Doohan. Untuk bagian bawah buntut hornet diberikan kisi-kisi yang akan digunakan penyematan stop lamp. Pewarnaan sengaja dipertahankan warna logam agar kesan raw menonjol. Hanya ada satu grafis layaknya motor perang yaitu, huruf TRX yang ternyata nama si pemilik dan nama motor. Huruf T untuk Tole, sedang inisial RX untuk Radix.
Sektor kaki-kaki CBR250R yang lembut ban diganti Shinko E705 all terrain, sehingga tekstur pada tapak roda menambahkan kesan gahar. Sayangnya Radix maupun sang builder masih kesulitan mencari rims mono block untuk menyesuaikan tema Mad Max, “Banyak teman memberi masukan untuk mengunakan velg jari-jari namun saya ogah, pasalnya dengan mengunakan velg bawaan pabrik saya masih bisa menggunakan fitur tubeless bawaan ban. Kami sudah putar-putar mencari velg mono block terutama ukuran lebar, tapi belum dapat karena kebanyakan ukuran velg mono block hanya sampai 2.75, inch” tutup Hong King Kong Custom.
Teks & Foto : Uky Basuki









Leave a Comment