Warning: session_start(): open(/tmp/sess_9728e6209cd40d9f4edf23acf7b76ae8, O_RDWR) failed: Disk quota exceeded (122) in /home/gastsynt/public_html/wp-content/plugins/fix-my-posts/plugin.php on line 48

Warning: session_start(): Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /home/gastsynt/public_html/wp-content/plugins/fix-my-posts/plugin.php:48) in /home/gastsynt/public_html/wp-content/plugins/fix-my-posts/plugin.php on line 48

Honda CBR250 2014 – Paing Saddewa Tembus Prestasi Dunia

Apa yang ada dalam benak anda jika melihat sosok motor yang satu ini? Mungkin anda tidak pernah menyadari jika boardtrack buatan bengkel Puspa Kediri Custom yang berlokasi di daerah Pondok Gede, Bekasi Selatan ini dibuat secara handmade. Menariknya, bengkel yang di gawangi oleh Aya Sofia and the gank ini menggunakan basis mesin yang tidak biasanya untuk style classic dia mengandalkan motor sport, Honda CBR250R lansiran tahun 2014 milik Rizky Sani.

Saat motor ini tampil di 26th Yokohama Hotrod Custom Show 3 Desember 2017 lalu mendapat banyak apresiasi dari berbagai pengunjung termasuk builder asal Jepang dan dari negara-negara lainnya. Sampai akhirnya di penghujung acara Paing Saddewa tittle motor ini mendapatkan gelar apresiasi tertinggi pick dari Chopper Journal salah satu majalah khusus custom terbesar di Jepang. Makoto Tamada sebagai Chief Editornya yang langsung memberikan

Motor yang sejatinya tampil racy dengan balutan “baju” fairing ini malah berbanding terbalik di tangan dingin sang builder yang rendah hati ini. Bagaimana tidak, ia sukses menjadikan motor sport dengan sistem pengapian modern ke dalam bentuk sebuah motor di era tahun 1920-an bergenre Boardtracker.

Puspa Kediri Custom (PKC) mengubah motor ini dengan sangat rapih dan hasil akhir yang manis. Mereka sangat teliti terhadap detil di setiap karyanya terutama pada sosok motor boardtracker berwarna hijau ini. Terbukti beberapa kali penampilannya pada beberapa custom show motor ini lulus uji skrutinering. Ini artinya motor tersebut tidak hanya rapih dan manis tetapi juga fungsional.

Beralih ke sektor mesin, Aris selaku builder tim Puspa Kediri Custom mengaku mesinnya masih mengandalkan kondisi standarnya. Ubahan hanya dilakukan pada sistem asupan bahan bakar saja. Ia mengaku sistem injeksi bawaan motor ia rubah menjadi karburator merek TK agar mendapatkan suara dan juga penampilan yang berbeda. Di sektor frame atau sasis utama, tim Puspa Kediri Custom mengklaim jika semua tulang dibuat ulang dan dibuat secara handmade. Di sisi “pembuangan” Puspa Kediri Custom menggunakan knalpot berbahan stainless steel full selongsongan tanpa silincer. Hasil weldingannya pun terlihat rapih dan presisi.

Sistem pendingin mesin Honda CBR250 yang sudah aplikasi sistem radiator harus tetap terpasang, ini jadi tantangan buat tim PKC, solusinya dimensi radiator dipilih yang lebih kecil. Penggunaan radiator bawaan ia rubah menggunakan radiator milik motor special engine dan berada hanya di sebelah kiri saja di bawah bagian depan tangki.

Overall, tampilan motor sudah berubah 180° dari bentuk aslinya. Hal ini kian diperkuat dengan penggunaan suspensi di bagian depan yang menggunakan sistem springer fork menggantikan suspensi teleskopik bawaannya. Sentuhan chrome di setiap braket serta mounting yang tidak berlebihan menambah CBR250R Boardtrack ini menjadi terlihat simple dan eye catching.

“Motor ini dibuat based on history of racing motorcycles. Dimana Boardtracker juga merupakan basis motor balap di jamannya. Khusus CBR250R keluaran 2014 punya Rizky ini seakan menghargai sejarah dengan proses yang dibangun sedemikian rupa dengan beberapa ubahan seperti injeksi dengan kabel yang semrawut yang disederhanakan dengan system,” ujar Aris builder PKC.

 

Combi Brake System

Walau terlihat vintage, Boardtrack garapan Puspa Kediri Custom tetap manis dan mempertahankan estetika pendukung lainnya untuk kenyamanan. Buktinya Puspa Kediri Custom masih menggunakan headlamp model projector aftermarket yang ditanamkan pada plat besi custom. Bagian menarik pada sektor front end terlihat pada bagian handle kopling yang unik yang terlihat kasat mata minus handle rem depan.

Rupanya master rem depan diposisikan menempel pada sasis bawah tepat di bagian penopang mesin. Sementara tuasnya diletakan di bagian belakang. Sistem pengereman Combi-brake diusung pada Boardtraker garapan tim Bekasi ini. Dengan proses pengerjaan sekitar 4 bulanan, motor yang diberi nama Paingsaddewa ini pun rampung dikerjakan. Nama Paingsaddewa mengandung arti Jawa kuno yang kebetulan proses pengerjaan motor tersebut rampung satu hari sebelum gelaran Kustomfest 2017 lalu. Sementara kata Saddewa merupakan nama dari ayah sang owner yang memiliki hobi dalam dunia otomotif.

Teks: Andhika Kresna | Foto: Kustomfest.

Attachment

paing saddewa puspa kediri custom (7) paing saddewa puspa kediri custom (6) paing saddewa puspa kediri custom (5) paing saddewa puspa kediri custom (4) paing saddewa puspa kediri custom (3) paing saddewa puspa kediri custom (2) paing saddewa puspa kediri custom (1)

Leave a Comment


Warning: Unknown: open(/tmp/sess_9728e6209cd40d9f4edf23acf7b76ae8, O_RDWR) failed: Disk quota exceeded (122) in Unknown on line 0

Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct () in Unknown on line 0