Honda Megapro 1999 | Digger Ever
Tampilannya sangat eksotis dengan pilihan warna ungu dan grafis yang khas mengingatkan motor-motor besutan chopper era 1970-an. Style Digger dipilih oleh builder muda dari Semarang, Idam Habibi untuk melayani egonya. Bagaimana tidak, sosok motor berbasis mesin Honda Megapro keluaran 1999 miliknya ini pun ia rombak tanpa menyisihkan satu part pun selain “glondongan” mesin berkapasitas 150 cc.
Digger garapannya terbilang apik, terlebih pada pengerjaan suspensi bagian depan model girder terinspirasi dari model yang sudah dipaten dari John W. Harman. Pemilihan suspensi model ini bentuknya yang simple, sekilas konstruksinya seperti motor Inggris lawas. Untuk pengerjaan girder terbilang rumit karena mekanisme per yang tidak terlihat posisinya tersembunyi di bagian dalam pipa.
“Model girder ini juga terbilang masih jarang digunakan oleh builder dan biker di Indonesia karena konstruksi per yang berada di dalam pipa utama dan terkunci paten di dalamnya. Inilah bagian yang paling sulit saat pemasangan per yang ada di dalam pipa,” ujar Idham Habibi dari Weekend In Garage yang sebelumnya dikenal sebagai builder sepeda lowrider.
Saat menggarap motor ini, Idam terinfluence pada sosok motor chopper lawas bergaya digger. Style tunggangan bergaya digger sendiri dipopulerkan oleh salah satu legenda custom Arlen Ness membuat trend baru dengan mengadopsi motor kompetisi untuk balap lurus alias drag tetapi posisi berkendara riding sudah diubah lebih nyaman.
“Perbedaannya dari motor drag, posisi kemudi dibuat lebih mundur sedangkan posisi kaki layaknya berkendara normal. Ubahan inilah yang membuat motor bergaya digger lebih nyaman dibawa berkendara,” lanjutnya. Simak ulasan lengkapnya di Gastank Magazine Issue 20.
Teks: Andhika Kresna | Foto: Jordan Haikal.



Leave a Comment