HUT ke-29 The Sacred Five Brotherhood | Upacara Bendera Sampai Night Drag Race

Menginjak usia ke-29 Bikers Brotherhood MC yang merupakan klub penggemar motor tua terbesar di Asia ini baru saja menggelar pesta hari jadinya. Perayaan hari ulang tahun ini digelar selama dua hari pada 30 September dan 1 Oktober 2017 lalu. Bertempat di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), perayaan HUT bertajuk ‘The Sacred Five’ Brotherhood akan diisi aneka kegiatan.

“Pada acara Ulang Tahun kali ini kita menekankan pada aspek persamaan tujuan dengan dasar keberagaman,” ucap El Presidente Brotherhood, Pegi Diar saat ditemua gastank Magazine di kawasan GBLA Kawasan Gedebage pada Sabtu (30/9/2017) kemarin.

“Sedangkan untuk tema HUT ke-29 The Sacred Five diambil dari 5 asas yang dipegang kuat oleh Brotherhood selama berkiprah di dunia klub motor,” lanjut Pegi yang memimpin langsung acara seremoni HUT ke-29 Bikers Broterhood MC ini yang juga dihadiri oleh Dedi Mizwar selaku Wakil Gubernur Jawa Barat.

Berbagai kegiatan untuk meyemarakkan acara Ultah ini berderet aktivitas diselenggarakan. Selain tentunya acara pameran otomotif seperti parade motor-motor custom dengan mesin lawas yang tampil keren juga diisi hiburan music sepanjang acara. Sealin itu juga ikut disajika kegiatan berunsur kesenian dan kebudayaan khas Jawa Barat juga tak luput digelar.

“Nah, selain itu karena acara ini juga digelar berdekatan dengan momen kesaktian Pancasila, kita juga menggelar upacara bendera memperingati hari kesaktian Pancasila yang diikuti oleh member dan undangan yang hadir,” lanjut Pegi Diar lagi.

Paling sip pada gelaran kali ini dimeriahkan dengan ajang night drag racing. Kegiatan ini digelar untuk mewadahi penggemar olahraga kecepatan. Dengan lintasan lurus sepanjang 201 meter, khusus untuk motor-motor lawas. Tercatat 200 peserta mendaftar mengikuti berbagai kelas yang dilombakan.

Untuk ajang Dragrace ini dikemas secara fun siapa saja asalkan memiliki motor lawas sesuai dengan ketentuan yang ada boleh ikutan. “Kapan lagi kita bisa melihat performa motor-motor tua dipacu karena biasanya motor-motor ini dimanja oleh pemiliknya. Ajang ini sekaligus menantang krrativitas mekanik dalam meracik mesin,” ujarnya.

Salah satu peserta yang tampil datang dari tim Classic Bikers Batavia Jakarta yang mengandalkan Yamaha XS650 turun dikelas FFA. “Kita bawa beberapa motor untuk turun balap tapi paling spesial kita bawa Yamaha XS650 yang sudah diracik sector mesin dan tampilannya layaknya motor drag,” jelas Unyil sebagai mekaniknya.

Teks: Yuli Haryadi | Foto: Herry Axl.

Attachment

bb-11 bb-10 bb-8 bb-7 bb-6 bb-5 bb-4 bb-3

Leave a Comment