IIMS 2015, Motor Keren Yang Tampil di Indonesian Builder
Hadir di ajang IIMS 2015 yang berlangsung di Kemayoran 20-30 Agustus 2015, jangan ketinggalan untuk menyambangi area booth Indonesia Builder. Mengisi bagian luar hall yang menampilkan berbagai motor dan mobil custom karya builder tanah air.
Berikut motor-motor custom yang tampil di ajang Indonesian Builder:
White Collar Bike
Ram Ram Januar, builder dari Workshop White Collar Bike, Bandung menampilkan 4 tunggangan custom andalannya. Ada Triumph Traxton yang beri nama Sahara, Kawasaki 250 urban tracker, Honda CB750 cafe racer, dan garapan terbarunya Suzuki GSX 750 bergaya cafe racer yang diberi title Sadewa.
“Motor Suzuki GSX 750 ini konsepnya saya buat kembar jadi ada dua unit namanya Nakula dan Sadewa. Untuk yang Nakula saya bedakan pada kelirnya yang berwarna hitam tapi motornya tidak saya bawa,” ujar builder ramah ini.
Untuk custom Kawasaki Ninja 250 urban track pada ajang IIMS Indonesian Builder ini dilelang sampai penyelenggraan event berlangsung. Harganya dibuka dari Rp 130 juta, pengunjung yang tertarik ikut lelang bisa langsung menulis harga yang pada form yang sudah disediakan.
Troupe Brut Ride Industry
Troupe pada ajang Indonesian Builder memboyong 2 motor cutom andalannya, varian Triumph Scrambler yang cukup ekstrim. Keduanya tampil dengan berbagai part after market yang memang khusus didesain untuk motor dual purpose classic moderen asal Inggris ini.
“Konsepnya beauty and the beast, jadi Scrambler yang berkelir hitam mewakili konsep beauty sedangkan Scrambler berkelir berkelir abu-abu kuning mewakili dari tampilan the beast,” kompak Ade Habibie dan Inyo builder dari Troupe Brut Ride Industry.
Monochrome Cycle
Ada 2 motor custom yang menghiasi booth Monochrome Cycle, keduanya mengandalkan varian H-D Sporster dengan ubahan yang masing-masing berbeda aliran. Untuk Sporster 833 tampil dengan gaya prosteet dengan tangki model peanut yang simpel dan kemudi U bar.
Sedangkan Sporster 1200 ubahannya bergaya cafe racer dengan buntut belakang hornet. “Custom cafe racer ini sudah dilengkapi berbagai part performance untuk mendukung akselerasinya,” ujar Joko Iman Santoso sebagai buildernya yang juga hobi kecepatan ini.
Elders Garage
Workshop ini baru saja melakukan kolaborasi bersama Yusuf Addul Jamil dari Lawless Jakarta dalam Ulah Adigung Project, menggarap motor balap Honda CB77 yang didedikasikan untuk pembalap legenda Tommy Manoch.
Pada booth Indonesian builder ini dipangang Honda CB125 SS full fairing bergaya motor balap zaman dulu dan Honda CA77. “Untuk restorasi Honda CA77 sengaja kondisi yang ditampilkan masih berupa proses finising,” ujar David Zutur builder Elders Garage.
Flying Pinton Garage
Rudy Soejono Salah satu builder yang konsisten mengusung ubahan custom bargaya oldskol. Owners Flying Piston Garage dari Bandung ini memboyong dua unit H-D Sportster dengan gaya yang berbeda.
Sporster 883 andalkan ubahan bobber sedangkan untuk Sportster 1200 dibentuk bergaya racer layaknya tunggangan balap 1930-an. “Dengan mesin Sposter pun bisa dibuat dengan berbagai yang enggak kalah asik seperti halnya mesin big twin,” jelas Rudy.
Imagineering Custom
Bengkel Imagineering Custom banyak menghasilkan ubahan H-D bergaya bagger style, low rider, sampai prostreet. Teja Widjaja sebagai buildernya memboyong dua motor custom racikan terbarunya.
Ada H-D Street Glide lansiran 2005 dengan ubahan bagger style dengan bodi baru hasil racikan Imagineering Customs. Serta yang jadi perhatian H-D Trike super besar yang basisinya diambil dari mesin H-D Big Twin lansiran 2009 dengn suspensi belakang independent. “Mesinnya kita sudah pasang perangkat kit turbo charger untuk meningkatkan akselerasinya,” ujar Teja.
Bikers Station
Workshop ini mendesain booth layaknya garasi, jadi berbagai perlengkapan bengkel macam Iiftjack, kompresor, dan box kunci diboyong sebagai properti. Mengandalkan display H-D Trike dengan tema New Rock, H-D Softail dengan roda belakang hubless dan bodi full tembaga dan H-D custom
samurai style.
“H-D full choppers full bodi tembaga ini bernuansa ke-Indonesiaan dengan detail ornamen khas etnis yang tersebar di Indonesia. Pahatan kuningan, desain grafis ala Kalimantan dan banyak detail lainnya,” urai Bingky yang pernah memboyong motor ini mengikuti exhibition builder di Amerika pada 2011 lalu.
Primo/116
Bengkel ini sebelumnya dikenal jadi rujukan untuk restorasi dan perwatan berkala skuter Lambretta dan Vespa lawas. Tetapi mulai megembangkan bengelnya mengerjakan berbagai ubahan motor custom.
Makanya diboothnya lengkap dipajang keryanya ada Vespa PTS restorasi yang bersanding dengan Yamaha Scorpio cafe racer. “Saya juga bawa ubahan street cub bergaya low rider mengandalkan Honda Astrea Grand.
Penulis: Oleb, Foto: Jordan


















Leave a Comment