Kawasaki Binter Merzy 1980 I Terbaik Pilihan Ucup ‘Lawless’

Board tracker berjuluk Betoro Bromo ini terinspirasi dari sosok Dewa di pewayangan, Betoro Bromo (Dewa Api). Tokoh ini dianggap Hanafy, builder Brandos Motorcycle di Dlanggu-Mojokerto, sebagai sosok pemimpin yang diidamkan oleh negara.

“Buat saya, mengustom motor sama halnya membuat karya seni. Nggak ada salahnya kalau kita selipkan pesan moral dalam media motor ini,” jelas Hanafy yang sekaligus ownernya.

Bekal dari motor custom ini hanya mesin KZ 200 cc-nya. Artinya, semua part lain dibuat ulang mulai dari sasis, tangki, setang, jok, hingga inner throttle pada holder gas.

Pesan moral yang ingin disampaikan oleh Hanafi muncul pada pinstripe Wayang yang tersemat pada tangki dan jok. Pesan tersebut juga disampaikan pada bagian fender belakang, melalui sebuah lettering bertuliskan “Memayu Hayuning Bawono” yang dikerjakan oleh Gndon paint work Kustom Illusion, Kediri.

“’Memayu hayuning bawono’ artinya ‘memperindah keindahan dunia’. Saya pengen mengajak semua orang untuk membuat motor custom yang benar-benar indah. Apapun konsepnya, yang penting nggak asal custom. Gambar Wayang juga saya pilih karena saya ingin sekali mengangkat budaya lokal yang menurut saya jauh lebih tinggi nilai filosofinya daripada budaya luar,” papar Hanafi.

Pada kopling bawah, motor ini mengaplikasi konsep motor-motor tua pada eranya, yaitu tuas pemindah persneling yang berada di tangan alias suicide clutch.

Pada kaki-kaki, bagian belakang mengaplikasi pelek berukuran 1,85/18 inci dari DID dengan ban Swallow berukuran 3.50. Semantara bagian belakang, mengaplikasi pelek berukuran 2.15/18 dari Champ.

Untuk suspensi depan atau front end, ia mengandalkan model girder mengandalkan pipa besi yang kemudian link as rodanya dipasangkan dengan shock original dari Honda C70. Hanafi coba membuat terobosan dengan pemasangan bagian suspensinya. Pada bagian ini, ia coba berkreasi dengan mengaplikasi springer dengan shock yang ditanam pada sasis di bawah komstir dengan posisinya tidur di bawah tangki, meskipun dia sempat mengalami kendala pada saat mencoba pertama kali, sampai akhirnya menemukan posisi yang ideal.

Sementara bagian belakang meskipun aplikasi rangka hard tail atau rigid, Hanafi tetap ingin motornya nyaman dikendarai, makanya areal jok model single dilengkapi dengan sistem suspensi. “Mengaplikasi shock sepeda gunung, namun biar lebih kuat menopang bobot pengendara, linknya harus diganti terlebih dahulu dengan copotan link shock Yamaha V80 lawas,” lanjut builder muda ini.

Hanafi butuh waktu lama untuk merisetnya agar springer bisa main empuk dan nyaman. Uji coba ini sampai menghabisakan 3 set shock hingga bolak-balik bongkar pasang. Sampai pada akhirnya menemukan juga titik nyamannya. Tak sia-sia, motor bernuansa biru ini sempat menjadi juara The Best of the Best All Custom dan the Best FFA pada Customroots 2016, serta Motor Pick by Guest Jury Ucup Lawless pada ajang Suryanation Motorland Garage 2017 di Tuban beberapa waktu lalu.

Teks: Wildaf, Foto: Brandos Motorcycle

Attachment

IMG_8449 binter merzy (6) binter merzy (5) binter merzy (4) binter merzy (3) binter merzy (2) binter merzy (1) binter merzy custom (8) binter merzy custom (7) binter merzy custom (6) binter merzy custom (5) binter merzy custom (4) binter merzy custom (3) binter merzy custom (2) binter merzy custom (1)

Leave a Comment