Kawasaki Binter Merzy 1984 | Bintang Terang Beraksi
Setiap custom bike punya ceritanya masing-masing. Salah satunya chopper kuning berbasis Kawasaki Binter Merzy lansiran tahun 1984 ini. I Komang Saras Triwigunawan dianggap cukup gigih dalam merubah motor lawasnya tersebut menjadi seperti sekarang.
Sebelumnya, chopper bike ini sempat mengalami insiden kecelakaan yang membuat bodinya mau tak mau harus di-rebuild. Motor ini sebelumnya memang sudah berbentuk chopper, tapi tak sedetail seperti sekarang. Zamrag Garage asal Gianyar Bali dipercaya oleh Saras untuk membuatnya menjadi berbeda. “Buat ngebangun motor ini, ownernya sampai ngabisin banyak BPKB. Hahaha.. Tapi saya salut sama semangatnya buat custom ini tinggi sekali,” ungkap Candra atau biasa dikenal sebagai Zamrag, buildernya.
Dengan kepercayaan tersebut, Zamrag pun berusaha menjadikan motor ini menjadi chopper yang jauh berbeda dari sebelumnya. “Konsepnya kita bikin enak dipakai jalan, karena ownernya yang merupakan presiden motor club, jadi motor ini akan sering dipakai buat turing,” imbuhnya lagi.
Part asli yang bisa diambil hanya mesin dan velg, selebihnya semua dibuang dan dibuatkan baru oleh Zamrag. Motor ini tetap mengaplikasi frame rigid khas motor chopper yang dibuat menggunakan besi, sementara area depan menggunakan shockbreaker dari girder fork yang juga dibuat sendiri.
Zamrag membuat tangki model peanut dari plat galvanis yang ia buat lebih tinggi. Sementara stang customnya, dipilih model Ape Hanger. “Karena motor ini sering dibawa buat turing, maka dibikin sedikit lebih gede buat tangkinya, tapi tetap tidak merubah tampilanya,” imbuhnya.
Beberapa variasi seperti lampu, diambil dari lampu variasi mobil. Di bagian belakang, dipasangkan sissy bar bermodel seperti trisula, dengan ukuran yang agak tinggi agar selaras dengan stangnya. Bagian knalpot juga ia buat sendiri dengan model yang sedikit nyeleneh, melebar pada bagian ujungnya.
Parts kaki yang ia aplikasi pada motor ini berupa velg TK 21×185 dengan ban Avon Speed Master, dan velg ukuran 18×250 dengan ban Swallos Classic untuk sisi depan.
Agar tampil mencolok, chopper ini dicat dengan warna cerah. “Chopper itu memang warnanya harus ngejreng biar unik. Makannya warna kuning paling pas karena pasti akan mencolok,” papar Saras.
Pengorbanan Saras untuk membangun chopper impiannya ini pun berbuah manis. Motor ini pun sempat menjadi jawara di kelas Free For All Nitrohead yang dijurikan oleh Yaniv Evan pada Kustomfest 2016, serta juara 3 Chopper Bobber < 250 cc dalam ajang Suryanation Motorland 2017 Denpasar.
Teks: Wildaf | Foto: Herry Axl.
