Kawasaki KZ 200 1981 | Iconic Bike Ajang Promo Event
Gaya tracker menjadi kiblat pada ubahan motor Kawasaki KZ 200 atau yang dikenal dengan Binter Merzy lansiran tahun 1981 ini. Bermodalkan ubahan pada sektor kaki-kaki yang sudah disesuaikan buat main membuat tampilan motor ini menjadi semakin garang dan kekar. Dipadukan dengan beberapa part motor hasil kustom dan aksesoris klasik membuat motor ini semakin stand out saat di ajak melibas lintasan keriting.
Yup, Kawasaki KZ200 ini merupakan hasil racikan Noerman Pulungan pemilik Primo/116 Garage yang berlokasi dibilangan Rempo, Tangerang Selatan. “Motor ini digarap dari awal sebagai iconic bike event Parjo 2016 dan akan di bawa ke event Parjo Jogja yang akan berlangsung Agustus mendatang,” jelas builder yang akrab dipanggil Acong.
Meskipun bengkel ini sebelumnya dikenal jadi rujukan untuk restorasi dan perwatan berkala skuter Lambretta dan Vespa lawas, belakangan workshop Primo mulai melebarkan sayap dengan membangun berbagai motor custom. Berbagai motor batangan bengan basik seperti Yamaha Scorpio, Honda Tiger, serta Bajaj Pulsar sudah digarap dengan berbagai genre custom.
Kawasaki KZ200 ini koleksi pribadi Agus Ryanto yang merupakan tokoh dibalik suksesnya event Parjo yang sudah 5 kali di gelar. “Kalau tahun lalu gue bikin iconinya buat event Pajo 2015 Mercy Tiger, sekarang gue pilih motor custom,” jelas pria ramah berkaca mata minus ini.
Karena memang dari awalnya kondisi KZ200 ini orisinal dan part bawaan motornya masih lengkap. Gusno, sapaan akrab Agus Ryanto menginginkan areal rangka jangan sampai dipenggal. Makanya dipilih tampilan tracker yang relatif lebih aman, hanya custom seputar bodi dan kaki-kaki saja.
Lampilan tracker diwakili dengan pemilihan lingkar roda perpaduan ring 18 inchi unuk belakang dan ring 21 inchi buat pelek depan. Keduanya telah dibungkus ban kasar dengan profil tahu yang menjadi andalan besutan adventure.
“Untuk tangki custom copotan dari Honda CG, namun beberapa bagiannya sudah dipapas agar lebih ramping, sedangkan joknya dipilih model custom yang lebih simpel,” ujar Acong yang mengandalkan bagian lampu depan copotan dari Honda CB.
Tahap finishingnya sebagai iconic bike Gusno menginginkan logo event Parjo 2016 nempel pada sekitar motor, utamanya bagian tangki yang mudah dilihat. Memandukan kelir broken white dengan kelir hijau pada logonya sebagai warna identitas event Parjo.
Penulis: Olebelo, Foto: Herry Axl









Leave a Comment