Parjo Sidoarjo 2017 I Tak Kenal Maka Tak Sayang
Pasar Jongkok Otomotif (PARJO) kali mampir ke kota Sidoarjo, Jawa Timur. Tidak seperti event yang telah terselenggara sebelumnya di mana banyak lapak yang menjual aksesoris motor maupun mobil. Digelar di Gor Tennis Indoor Sidoarjo, Sabtu & Minggu (20-21/05), Parjo lebih pada kegiatan exhibition, yang tak kalah menarik beberapa band turut meramaikan acara.
Total ada 28 stand yang disediakan oleh panitia dan semuanya free, termasuk pengunjung yang ingin menyaksikan karya-karya builder Sidoarjo dan sekitarnya.
Misalnya Lokall Kustom yang mengusung produk apparel sekaligus builder motor dan sepeda low rider. Bikers Brotherhood, Brandos Motor Cycle, Burn out, JBI Surabaya, MACI Sidoarjo, 19 Kustom Garage Sidoarjo, Aneka Vespa, Komunitas Airbrush Indonesia, 86 Paint Work Studio, sampai stand sneakers Vans Head Id, dan Mayster Clean Shoes. Para peserta pun diberikan space yang cukup luas sehingga bisa mendisplay karyanya, baik itu Custom bike maupun vespa.
Nilai plusnya, pengunjung dapat dengan leluasa mengenali, menikmati karya-karya local Custom Garage bahkan kongkow-kongkow. Tapi jangan disentuh ya, cukup dilihat dan buat selfie-selfie aja.
Diakui Tigor dari Brandos Motor Cycle dari Mojokerto, event-event seperti ini sangat dibutuhkan di Jawa Timur terutama Surabaya dan sekitarnya, karena belum terlalu banyak yang bisa memahami karya motor-motor custom.
“Seperti di Mojokerto pemilik motor cenderung mempertahankan nilai original. Beda lagi dari golongan generasi muda, yang sudah kepincut dengan custom culture. Mereka malah suka bingung dengan konsep, kemarin ini, besok berubah lagi, jadi saya sendiri sampai kebingungan. Kendala lain di Mojokerto event ini sangat dibatasi oleh pemerintah kota, seperti susahnya pengurusan ijin padahal ada beberapa sponsor yang support dengan acara macam ini,” jelas salah satu pungawa Brandos Motor Cycle.
Lain pula dengan Sidoarjo beberapa workshop atau garage sudah mulai bermunculan, peminat juga semakin tumbuh. “Sayang motor-motor kami baru untuk exhibition. Kalau sering-sering keluar, meskipun surat-surat maupun konsidi motor lengkap, bisa-bisa panen tilang. Apalagi perubahan motor cukup ekstrem, seperti perubahan sasis,” keluh Bombom salah satu crew dari 19 Kustom Garage Sidoarjo.
Parjo di Sidoarjo memang beda dengan event-event custom culture yang biasa diselenggarakan di kota Surabaya. Diakui Agus Gusno sebagai penggagas Parjo, bahwa area Gor Tennis ini cukup baik, sayang pihak sponsor memberikan keputusan yang cukup mendadak sehingga publikasi kali ini kurang. Namun begitu ia bisa menggandeng para pelaku custom anthusiast dari beberapa kota, seperti Burn out dari Solo. Eko selaku pungawa Burn out mengaku cukup senang bisa datang ke kota Sidoarjo, karena bisa mengenalkan atau menjual produk apparelnya tepat sasaran.
Kebiasaan event seperti ini diadakan di mall-mall, timbullah beberapa keluhan dari komunitas maupun pengunjung. “Terlalu kaku mereka tidak bisa istirahat atau nongkrong. Apalagi space untuk istirahat tidak ada, sehingga mereka hanya datang dan pergi,” tambah Tigor.
Diharapkan dengan adanya wadah seperti ini, bisa membuat hubungan antar builder atau komunitas makin erat, bisa diskusi, dan tukar informasi, terutama untuk mengenalkan custom culture pada khalayak, terlebih pada petugas yang berwenang.
Teks & Foto: Uky Basuki










Leave a Comment