Suryanation Motorland 2016 I Proses Naga Lima Dikirim Ke Jepang
Motor “Naga Lima” milik M Yusuf Adib, The Greatest Bike Suryanation Motorland 2016 saat ini sedang dalam tahap pengiriman motor ke Jepang. Proses pengiriman ini menjadi konsentrasi penuh pihak Suryanation agar motor dapat tiba tepat waktu sebelum acara Yokohama Hot Rod Custom Show ke-25 berlangsung 3 dan 4 Desember mendatang.
Motor “Naga Lima” akan diangkut dengan cargo pesawat dari Jakarta, menempuh perjalanan sekitar 7 jam menuju Tokyo. Selanjutnya dari Tokyo, motor akan diangkut dengan truk menuju Yokohama Pacifico Hall, tempat berlangsungnya Yokohama Hot Rod Custom Show ke-25.
“Untuk desain box packing motor menggunakan material khusus. Kami ingin motor milik Yusuf tiba di Jepang secara utuh dan tidak mengalami kendala selama perjalanan,” jelas Ari Kusumo Wibowo selaku Brand Manager Surya PT. Gudang Garam Tbk.
Selain kelengkapan legalitas yang harus dipenuhi, motor juga harus dikemas dengan standar sesuai dengan ketentuan pihak penyelenggara acara di Jepang yang ketat. Untuk material box, mengandalkan rangka besi sedangkan covernya dengan spesifikasi khusus menyesuaikan dimensi motor. Box ini juga nantinya yang akan dipakai untuk proses pengiriman motor kembali ke Indonesia.
Untuk tampil di ajang Yokohama Hot Rod Custom Show, Naga Lima pun mendapatkan beberapa penambahan ornamen. Bagian yang mendapat perubahan adalah bagian moncong karburator yang sekarang sudah dilengkapi filter, grip gas dan bagian jok yang kini memiliki motif barong Bali yang menguatkan identitas Indonesia dari Chetul Leather Art Yogyakarta.
“Ukiran pada jok bertuliskan Pyscho Engine yang merupakan brand yang saya bangun dan logo Suryanation Motorland sebagai identitas motor ini,” Jelas M. Yusuf Adib.
Terpilihnya motor Yusuf dengan nama “Naga Lima” sebagai The Greatest Bike Suryanation Motorland 2016 tak lepas dari hasil kerja keras penilaian tim juri Suryanation Motorland.
Tim juri tersebut terdiri dari kalangan top builder yang dianggap paling kompeten dan pas untuk ajang Custom Bike Contest Suryanation Motorland 2016. Mereka adalah Tommy Dwi Jatmiko dari Mastomcustom Automotiveartworks (Jakarta), Donny Ariyanto dari Studio Motor (Jakarta) dan Lulut Wahyudi dari Retro Classic Cycles (Yogyakarta). Seluruhnya juga akan berangkat ke Jepang bersama dengan para juara Custom Bike Contest Suryanation Motorland.
“Dari keseluruhan peserta yang mengikuti ajang Suryanation Motorland 2016, saya melihat motor Yusuf yang paling radikal ubahannya, terutama pada sektor mesin. Bagi seorang builder membutuhkan ketelitian tinggi dan juga riset yang panjang untuk bisa menggarap mesin dengan 5 silinder ini berjalan dengan normal,” jelas Donny Ariyanto salah satu juri.
Dari sisi estetika, Tommy Dwi Djatmoko cukup banyak memberikan pandangannya. “Dewan juri sepakat memilih motor Yusuf dengan berbagai pertimbangan. Menurut saya motor ini memang spesial, selama ini di luar negeri sana saya lihat sudah banyak yang melakukan custom engine. Tetapi ada juga yang sekedar hidup dan bentuknya tidak proporsional, secara estetika desainnya kaku,” lanjut pria lulusan Seni Rupa Institut Teknologi Bandung ini.
Mastom-panggilan akrabnya menambahkan, motor milik Yusuf secara konsep mesinnya luar biasa dan memiliki proporsi bentuk mesin yang bagus. Hal tersebut juga didukung dengan ubahan bodi mulai dari rangka, tangki, desain springer-nya yang membuat seluruh tampilan motor terlihat tegas. Sementara apabila dilihat dari atas bentuk mesin yang ada pada motor ini akan terlihat seperti membentuk bunga matahari.
Lulut Wahyudi, builder sekaligus owner workshop Retro Classic Cycles yang juga ketua dewan juri Suryanation Motorland berpendapat kalau motor ini dapat mewakili kreativitas yang dimiliki bangsa kita. Dengan berbagai keterbatasan material dan mesin pendukung, terbukti dapat menghasilkan sebuah mesin dengan 5 silinder yang lahir dari sebuah kota kecil yaitu, Purwokerto.
Ia menambahkan kalau “Naga Lima” layak disebut sebagai identitas custom khas Indonesia. Ini diyakininya akan bias memberikan warna baru di dunia custom culture.
“Bisa dilihat sekarang ini, selain Yusuf, sudah banyak lahir di Indonesia builder-builder handal yang mulai bereksplorasi dengan melakukan custom engine,” tutup ‘LT’ sapaan akrab Lulut.
Teks: Wildaf, Foto: Suryanation Motorland












Leave a Comment