Warning: session_start(): open(/tmp/sess_9728e6209cd40d9f4edf23acf7b76ae8, O_RDWR) failed: Disk quota exceeded (122) in /home/gastsynt/public_html/wp-content/plugins/fix-my-posts/plugin.php on line 48

Warning: session_start(): Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /home/gastsynt/public_html/wp-content/plugins/fix-my-posts/plugin.php:48) in /home/gastsynt/public_html/wp-content/plugins/fix-my-posts/plugin.php on line 48

Test Ride New Kawasaki W175 | Lebih Dari Cukup

Setelah peluncuran resmi Kawasaki W175 dua minggu lalu, akhirnya Gastank Magazine diberi kesempatan Kawasaki Motor Indonesia (KMI) untuk mencoba langsung unit test ridenya yang berlokasi di Rainbow Hills kawasan Sentul, Jawa Barat (29/11).

Sebelum memaparkan hasil test ride ride motor ini, kami ingin sedikit bercerita soal varian baru dengan style retro dari keluarga W Series ini. Buat Gastank Magazine varian Kawasaki W175 ini terbilang istimewa, akhirnya model sport retro di kelas low end mulai dilirik pabrikan motor Jepang. Kabarnya, butuh waktu sekitar 5 tahun untuk KMI riset pasar motor ini sampai akhirnya diluncurkan.

Kalau kita amati motor dengan style retro dengan kapasitas mesin 150cc-200cc saat ini di tanah air baru Kawasaki yang babat alas memulai permainannya. Masih belum dijamah oleh Yamaha, Honda, dan Suzuki. Tiga pabrikan motor ini masih sibuk bermain di motor Sport Fairing kelas 150cc.

Memang pilihan berkendara motor saat sudah bergeser, dari semula untuk memenuhi kebutuhan beraktivitas, saat ini saat menentukan untuk membeli motor sangat dipengaruhi oleh kesenangan dalam berkendara. Jadi pilihan motor setidaknya harus bisa mencerminkan lifestyle bagi pengendaranya.

Hadirnya Kawasaki W175 ini menjadi pilihan bagi para custom enthusiast, karena untuk bahan custom pilihannya motor-motor sport lawas yang sudah tidak diproduksi lagi. Untuk tampil beda dan biar motor gayanya loe banget, pemilik tinggal memberi sedikit sentuhan part custom pada beberapa detailnya. Tampilan motor ini sudah kece untuk digeber sunmori.

 

Nah, sekarang giliran review motornya:

Saat mengamati desain Kawasaki W175 secara keseluruhan kesan retro memang menjadi acuan, mengikuti lekukan varian keluarga W Series seperti Estrella 250 dan W800. Style dan tampilan motor lansiran 70an menjadi kekuatan desain varian ini.

Ada dua varian yang ditawarkan tapi perbedaannya hanya di kosmetik saja. Saat jajal motor ini kami langsung memilih varian special edition dengan rentan harga hanya Rp 1 juta dibanding standar. Dengan sodoran warna metallic spark black, new silver dan metallic matte covert green.

Perbedaan tipis dengan varian standar tampilannya lebih elegan lewat detail tampilannya seperti areal cylinder head bagian siripnya dipermanis dengan dipapas catnya sehingga keluar warna aluminium, tidak areal mesin tidak full hitam seperti varian standar. Lantas untuk panel instrumen bagian tengah beraksen krom, jok dengan pola jahitan keren dan knee grip yang desainnya mirip karet di tangki bensin.

Secara keseluruhan, detail sudah keren untuk motor bergaya retro, oh ya pengendara harus merasakan kesulitan pengendara motor classic di era tahun 1960-an untuk membuka tangki untuk ngecek bahan bakar lantaran panel instrumen tidak dilengkapi indikator bensin.

Saat duduk di jok W175, motor ini terasa ringan. Kaki juga sangat mudah menapak ke aspal untuk pengendara dengan tinggi 165 cm sekalipun. Saat meraih kemudi baru terasa kalau posisinya lebih rendah, membuat tubuh harus sedikit menunduk saat berkendara.

Langsung saja tombol electric starter (tidak ada kick starter) ditekan, ini dia yang paling sip dari karakter mesinnya getaran mesin terasa minim. Begitupula saat gas mulai diputar perlahan tidak ada gejala vibrasi yang sampai ke bagian setang yang terasa ke tangan.

Nah saat dibawa jalan, kontur lintasan jalan Rainbow Hill yang naik turun cocok buat menjajal handling dan torsi motor ini, berasa kalau dibawa turing melewati kawasan puncak hehehe. Saat diajak bermanuver handling motor terasa sangat ringan total berat motor ini hanya 126 kg bandingkan dengan Yamaha Scorpio Z yang bobotnya 142 kg, menjadikan W175 ini mudah dikendalikan.

Bobot motor yang ringan berpengaruh ke power mesin lebih bertenaga, apalagi pengendara dibuat nyaman dengan perpindahan gigi transmisinya juga mulus dan kopling ringan. Meskipun begitu power motor masih diirasa kurang saat melahat tanjakan yang curam. Untuk system pengereman masih konvensional depan mengandalkan disk brake berpadu dengan model tromol pada buritan, dirasa cukup untuk meredam laju motor.

Kawasaki W175 posisinya sebagai motor retro entry level Kawasaki untuk kelas dibawah 200cc, adik Estrella atau W250 ini, memang minim fitur modern mungkin salah satunya untuk memangkas harga atau agar pengendara lebih berasa merasakan sensasi motor classic.

Kalau diamati, sistem pencahayaan masih bohlam di setiap lampu, panel instrumen analog. Ban depan berukuran 80/100-17 dan belakang 100/90-17 masih jenis tube type alias dengan ban dalam. Suplay bahan bakar juga mempercayakan karburator, bukan injeksi.

Dari seluruh fitur yang disodoran Kawasaki W175 ini memang disiapkan sebagai bahan untuk custom yang sengaja dibuat customable. Jadi motor ini nantinya dapat dicustom dengan mudah yang mewakili karakter pengendaranya.

Teks: Olebelo | Foto: Herry Axl, Aurayurry.

Attachment

DSC09699 DSC09124 DSC09096 test ride kawasaki w175 (10) test ride kawasaki w175 (9) test ride kawasaki w175 (8) test ride kawasaki w175 (7) test ride kawasaki w175 (6) test ride kawasaki w175 (5) test ride kawasaki w175 (4) test ride kawasaki w175 (3) test ride kawasaki w175 (2) test ride kawasaki w175 (1)

Leave a Comment


Warning: Unknown: open(/tmp/sess_9728e6209cd40d9f4edf23acf7b76ae8, O_RDWR) failed: Disk quota exceeded (122) in Unknown on line 0

Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct () in Unknown on line 0