Triumph Thruxton 2015 |Café Racer Dual Purpose

Dianggap masih kurang “gahar” Triumph Thruxton yang secara kodrat telah terlahir sebagai motor “Rocker” diubah menjadi sebuah motor dual purpose lengkap dengan ban kasar merek Heidenau Germany tipe scout berukuran 110/80-19 di bagian depan dan 150/70-17 di bagian belakangnya. Ini merupakan sebuah karya hasil persilangan antara dua genre motor yang berbeda secara genotipe.

Di sisi mesin, motor ini dibekali dengan mesin berkapasitas 865 cc dengan mesin model Twin, four-stroke milik Thruxton. Mesin ini diklaim mampu memproduksi tenaga 69 Hp @ 7250 RPM sebuah tenaga yang besar untuk sebuah motor garuk tanah.

Melihat penampilan detailnya, motor ini sama sekali sudah tidak memiliki ciri dari sebuah Thruxton kecuali di sektor mesin dengan Double Overhead Cams/Twin Cam (DOHC) bertransmisi 5-speed. Gaya knalpot khas era 70-an dengan posisi yang berada di bawah paha pengendaranya terlihat khas a la Scrambler.

Ciri lain terlihat pada velg yang diganti berdiameter lebih besar di bagian depan menjadi 19 bermerek TK dengan cover rante yang dibolongkan agar senada dengan mudguard-nya. Nama baru untuk motor asal Inggris ini pun turut disandangkan pria yang berprofesi sebagai Lawyer bernama R. Hari Triadji atau Triwheel untuk membedakan dengan Thruxton lainnya. Scrambler Thrux 900 dipilih berdasarkan gaya motor yang kental dengan aura motor dual purpose untuk dapat digunakan di atas tanah maupun beraspal.

Alasan Triwil mengubah motor ini pun terbilang menarik, pasalnya ia yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur GAS Motorcycle Triumph ini menyukai motor bergenre trail dan menyukai motor klasik. Ia juga tercatat sebagai seorang “kroser” yang menuntut kecepatan di atas tanah, sementara Triumph Thruxton tercatat memiliki tenaga yang terbilang paling buas diantara varian Bonneville lainnya. Tidak hanya itu, Thruxton juga memiliki desain rangka yang ringan namun kuat.

Aura Scrambler terlihat tegas pada penggunaan suspensi belakang yang lebih tinggi dengan adjust yang sedikit keras dibandingkan aslinya. Sepasang suspensi asal swedia, Ohlins pun dipercayakan menopang bobot mesin dan rider Scrembler Thrux 900 ini. Suspensi ini dikenal memiliki performa yang cukup baik dengan material berkualitas racikan tangan dingin pembalap cross bernama Kenth Ohlins.

Demi mendapatkan “sensasi” suara agar lebih berkarakter, Scrambler Thrux 900 pun dibekali dengan knalpot milik Arrow special parts dengan susunan bertingkat dan posisi yang tinggi. Kesan gahar lainnya juga terlihat pada penggunaan cover mudguard yang terbuat dari allumunium billet dengan deretan lubang untuk mengusir hawa panas mesin.

Bagian lain seperti lampu belakang, lampu depan, stang dan handgrip menggunakan stok after. Hasil “kawin silang” genetika dua motor ini pun terbilang ciamik, sekilas karya ini mengingatkan kita pada sosok Street Scrambler kemudian diperkenalkan Triumph Motorcycles dua tahun kemudian.

Teks: Andhika, Foto: Herry Axl.

Attachment

Leave a Comment