Yamaha RX King 1997 I Inspirasi Vintage Racer
Mimpi masa kecil memiliki Yamaha TA125 coba diwujudkan Michael Jonathan dengan membuat custom bike, dari basik Yamaha RX King lansiran 1997. Motor bermesin dua tak tersebut rilis pertama kali pada awal 1974 sebagai road bike-nya Yamaha.
Pilihan untuk kustom memang tepat diambil Michael lantaran memang selain populasi Yamaha TA125 yang sedikit dan sulit dicari, RX King cukup legend dan lebih ekonomis untuk diotak-atik.
“Gue udah naksir Yamaha TA125 sejak SD saat pertama kali melihatnya di majalah. Realistis karena susah ngedapetin yang aslinya, akhirnya gue puter otak. Itu motor legend di dunia balap lawas, seenggaknya gue bisa dapet soulnya. Legend, populasnya banyak dan terjangkau. Akhirnya pilihan jatuh ke RX King,” papar Michael.
Custom dibuat dengan konsep vintage racer, lantaran memag dirinya demen dengan motor balap tua. Selain lebih apa adanya, juga ada nilai historisnya.
Motor dibangun di workshop Streetmate Fctry yang berlokasi di Bintaro, Jakarta Selatan. Dimas sebagai buildernya mulai membangun dari sasis. Bagian tengah hingga ke belakang semua dibuat baru.
Point of interest ditonjolkan pada frame. Dimas memang dipilih Michael karena builder ini memang sekaligus spesialis frame. Ia membuatnya mulai dari fairing depan, gastank set, sampai ke hornet seat. Pada frame, materialnya dibuat dengan menggunakan bahan pipa seamless yang kemudian dipowder coating. Sementara pada tangki, ia menggunakan bahan fiber yukalac composite. Tangki dibuat memanjang dengan kapasitas bahan bakar hingga 8 liter.
“Pokoknya ubahannya harus seproposional mungkin antara konsep dan pengendaranya. Biarpun udah berubah tapi harus tetap nyaman,” imbuh Dimas.
Area kaki-kakinya tak menampilkan ubahan ekstrim. Namun bagian-bagiannya tetap diganti dengan beberapa parts aftermarket agar tetap pantas dengan bodynya. Seperti roda depan-belakang yang mengaplikasi ban dari FDR serta TK Racing untuk pelek.
Supaya custom bikenya sama persis dengan profil motor aslinya, cat pun dipilih warna putih merah dengan tambahan line warna hitam.
“Gue pengen motor ini bener-bener persis seperti yang ada di ingatan gue. Cuma kalau aslinya di antara stripe merah dan putih itu gak ada line hitamnya, gue minta tambahin aja biar kesannya lebih bold,” imbuh Michael.
Teks: Wildaf, Foto: John Resa









Leave a Comment