Yamaha RXZ I Two Stroke Tracker, Why Not!

Tematis old school mampu direspon cepat oleh Helios Hedar, builder campuran Indonesia Italia yang berdomisili di Bali. Enggak asal nyeleneh, style tracker masih klop dengan modal mesin two stroke. “Malah mengena konsep bro, Yamaha, 2 stroke, old school and tracker, why not?” jelas Helios. Seperti Yamaha RXZ yang sempat jadi favorit di Indonesia pada tahun 1990an.

Basic mesin 135cc cukup energik untuk main tanah maupun jalan alus di atas aspal. Jadi untuk bangun tracker nggak melulu mengandalkan mesin 4 tak. “Sekali-kali mainan 2 tak bro, biar nggak bosen,” ujarnya.

Cuma akhir-akhir ini Yamaha RXZ memang sudah jarang ditemui di jalanan. Sisi positifnya, bahan motor ini masih murah tidak seperti motor lainnya. Selain itu basic sasisnya sudah double cradle, hampir mirip dengan Yamaha Scorpio, jadi komposisi sasis sudah kokoh tingal diberi sentuhan agar pas dengan konsep.

Tetap mengacu pendahulunya Yamaha DT, dengan power mesin yang bagus dan riding friendly. So, builder Pro Tunner ini memutar otak agar konsepnya terwujud. Contohnya peredam kejut belakang, diubah menjadi monoschock sehingga Helios harus mendesain ulang bagian sub frame.

Tujuannya untuk menanamkan monoshock dan penyesuaian sudutnya, hingga mendapatkan riding position yang nyaman seperti layaknya motor tracker. Mau tak mau swing arm digantikan swing arm custom, dan subframe dibuat lebih lebar dari standarnya.

Agar nyaman dan pas pada posisi monoshock diracikkan dari beberapa merk. Contoh basic monoshock milik Satria FU, yang dipadukan spring milik Jupiter MX. Biar matching, shock depan bawaan motor pun ditanggalkan, digantikan milik Yamaha Bison yang lebih besar.

Urusan roda diambil rata-rata, seperti velg standar masih mengunakan diameter 18 inci merk TK, yang dibalut karet hitam Swallow 120/80-18. Sedang as roda depan mengandalkan milik Yamaha Scorpio dan teromol belakang masih orisinil bawaan motor.

Agar performa mesin makin resposif, bagian head mengunakan model belimbing mirip dengan milik YZ, yang juga diberi sentuhan porting dan sedikit perubahan sudut. Kesan old school makin kental dengan pilihan knalpot model udang, gaya street tracker dengan ciri khasnya posisi muffler di kanan atas. Untuk kelistrikan tidak banyak ubahan, hanya pembesaran pada kapasitas aki, karena menggunakan head lamp ultra maker.

Nah uniknya tabung oli samping, dipindahkan pada tangki, tidak dicampur dengan bensin namun diberi ruang sendiri di dalam tangkinya. Lihat aja, pada tangki terdapat dua tutup, satu untuk bensin, satu untuk oli samping. Brilliant!

Teks/Foto: Uky Basuki