Yamaha Scorpio 2002 I Tak Perlu Lagi Kunci Kontak
Custom bike beraliran old school tak melulu diterapkan dengan cara kuno. Seperti yang dikerjakan oleh Helios, builder muda Pro Tunner asal Bali. Basik sport touring dari Yamaha Scorpio dibangun dengan mengacu ke konsep scrambler. Ketangguhan mesin 200 cc dan sasis motor berlambang garpu tala ini dirasa mumpuni untuk melibas trek berbagai medan.
Agar konsep Scrambler kental pada tampilan Scorpio ini, banyak yang harus dikorbankan. Seperti sasis asli bawaan pabrik yang harus diubah, dan subframe disulam ulang dengan pipa besi baru untuk mendapatkan kesan dirt bike.
Sektor kaki-kaki dibuat gahar. Misalnya area depan mengandalkan up set down milik Aprillia RS 125. Agar selaras, swing arm sengaja dicustom dan dibumbui monoshock Ninja RR dari Gazi. Builder juga menyematkan tiga pilihan set up ground clearance, hasilnya sudut monoshock dapat disesuaikan dengan style rider.
Meski tampilannya old school, teknologi canggih disematkan pada Yamaha Scorpio ini. Misalnya produk aftermarket Moto Gadget dari Jerman. Jadi motor ini menggunakan M Unit untuk memanagemen kelistrikan.
Tidak perlu lagi menggunakan kunci kontak seperti motor pada umumnya bro. Untuk menyalakan mesin, terdapat smartkey chip yang cukup ditempelkan di sensor receiver, begitu pula untuk mematikan mesin. Keren!
Bagian handle motor juga tidak banyak kabel yang nampak. Dengan menggunakan holder Moto Gadget, memaksa kabel ditanamkan dalam body, sehingga makin terlihat rapih.
Namun untuk mencapai hasil akhir memuaskan memang butuh kesabaran, apalagi jika membicarakan budget. “Mahal dan ordernya ribet kerena mereka tidak jual paket, dan setiap item tidak bisa diorder sekaligus, jadi harus order satu persatu. Masalahnya lagi jika harga per itemnya lebih dari 100 dollar, kita mesti bayar pajak,” jelas Helios.
Desain sudah keren, area dapur pacu juga diberi sedikit sentuhan. “Sektor mesin tidak banyak ubahan, cuma sedikit oversize sehingga kapasitas mesin menjadi sekitar 230 cc,” imbuh builder yang punya workshop di jalan By Pass Ngurah Rai 6, Bali.
Agar matching, karburator mengadopsi milik Yamaha YZF 250 berikut magnet. Sedang CDI mengandalkan produk lokal keluaran BRT. Hasilnya, mesin cukup responsif, apalagi ubahan body tak terlalu neko-neko.
Mengacu tangki milik leluhurnya Yamaha DT dan modal main frame bawaan, motor ini sangat lincah dipakai harian dan dengan ban yang lebar, cukup untuk melibas light trek dengan medan berbatu.
Teks/Foto: Uky Basuki
