Yamaha Scorpio 2010. Gabungkan Dua Generasi
Sodoran motor adventure dari pabrikan lokal ternyata tidak membuat Lutfy Elidzan tertarik untuk meminangnya. Justru pria asal Samarinda, Kalimantan Timur ini memilih jalur custom untuk memiliki sosok motor penggaruk tanah yang idel menurut versinya.
Ini lantaran Lutfy mengindamkan sosok besutan adventure yang bergaya retro dengan tampilan model classic enduro namun tetap andalkan teknologi dan fitur terkini. “Tampilannya terlihat jadul, tetapi untuk kaki-kaki dan performanya harus mumpuni dan bisa bersaing motor trail baru,” jelasnya.
Memang memiliki motor adventure yang handal saat dipakai membelah hutan tentunya harus memliki beberapa syarat. Nah, untuk motor Lutfi diambil mesinnya dari Yamaha Scorpio. “Mesin Scorpio ini basik mesin dan teknologinya diambil dari Yamaha Serow XT 225, di Jepang motor ini jadi andalan untuk adventure,” ujar Lerry Rachmat Risky builder workshop Caos Custom Bike yang menangani motor Lutfy.
Untuk bagian rangka Lutfy sudah wanti-wanti tidak lagi ambil dari Yamaha Scorpio karena buat motor adventure terlalu banyak ubahan dan berisiko bila andalkan rangka custom. “Solusinya kita pakai satu set rangka utama copotan dari KTM 250SX, tentunya kualitas motor ini sudah teruji,” lanjut Lerry.
Yup, KTM 250SX yang diproduksi oleh pabrikan motor Swedia tergolong motor Spesial Engine yang memang khusus buat kompetisi. Kapasitas mesinnya 250cc dengan tipe mesin 2 tak yang sampai saat ini masih diproduksi. “Memang untuk kepentingan balap motocross tipe mesin 2 tak masih tetap diproduksi ,” urai Lerry.
Enggak hanya rangka saja yang andalkan unit motor KTM Gastankers, areal kaki-kaki juga hasil limpahan dari limbah KTM 250EXC-F. Mulai dari sok depan yang sudah aplikasi model upside down, lengan ayun dan monoshocknya diambil dari motor trail yang biasa jadi andalan main adventure dan enduro race. Intinya untuk rangka dan kaki-kaki sudah benar-benar ideal.
Saat aplikasi mesin Scorpio ke rangka KTM 250SX engak banyak ubahan extrim karena ruang mesinnya juga hampir sama. Tinggal menggeser posisi breket bawaan motor sebegai dudukan mesin baru untuk mesin Scorpio.
Hanya bagian rangka belakang atau subframe yang custom karena Lutfi ingin bergaya trail jadul pipa rangka belakang modelnya rata. “Untuk menggabungkan ke rangka utama enggak perlu pipanya di las cukup andalkan model breket saja karena rata-rata trail KTM bagian Subframenya model bautan yang bisa dibongkar pasang,” terang Lerry.
Kejar tampilan jadul areal tangki harus mengikuti dengan aplikasi tangki bahan bakar milik Honda CB. Berpadu dengan jok simpel yang sudah nepel spatbor belakang model trail jadul terbuat dari bahan serat fiber. “Kalau bagian depan gw tetap andakan KTM 250EXC-F karena memang sesuai konsep ubahannya memadukan tampilan classic dan moderen,” tutup Lutfi yang bertugas sebagai anggota Polairud .
Penulis : Ullie, Foto : Herry Axl
