Yamaha Scorpio 225 2007 | Terinspirasi Dari Warna Oreo

Jika di bandingkan dengan hasil custom sebelumnya, mungkin Daniel owner Yamaha Scorpio tahun 2007 ini jauh lebih bahagia karena motor menjadi jauh lebih baik dari model sebelumnya. Di garasi Puspa Kediri Custom, Yamaha Scorpio milik Daniel ini semua dibongkar ulang. Mesin yang dianggap normal, dibiarkan dulu untuk sementara waktu. Aris builder Puspa Kediri Custom pun langsung menggarap body Yamaha Scrambler milik Daniel. Bagi Aris, bentuk desain tangki besar yang membulat dianggap pantas untuk Yamaha, selain desainnya minimalis, bentuk tangki seperti ini dianggap fleksibel. Terbukti Triumph motorcycles juga masih memperthankan bentuk desain tangki bensin seperti ini hingga saat ini.

Aris mengaku semua bahan Yamaha Scorpio milik Daniel ini menggunakan bahan galvanis setebal 1.2mm. ketebalanya dianggap pas karana masih mudah untuk di tekuk-tekuk terutama bagian sudut-sudut. “selain request dari ownernya, ketebalan 1.2,mm masih aman karena dapat bertahan lama dan juga tidak mudah penyok kalau motor nanti jatuh atau kebentur,” ujar Aris.

Di sisi lain, Aris membiarkan bagian depan terlihat kosong tanpa fender hal ini di yakini agar motor terlihat sangar dan kekar terlebih dengan peggunaan ban tipe shinko model dual purpose. Sementara di bagian belakangnya, Aris membuatkan fender belakang bergaya retro menyesuaikan dengan rangka belakang yang menggunakan bahan besi seamless setebal 3/4mm. Menurutnya, kendala yang di hadapi saat pengerjaan terletak pada penyesuaian bentuk atau tinggi motor kepada ownernya yang masih berstatus pelajar.

Agar motor lebih terlihat padat dan berisi, Aris juga membuatkan box kanan dan kiri yang juga menggunakan bahan galvanis 1,2mm. Bagian tengah, aris sengaja tidak merubah rangka agar motor terlihat jenjang tinggi menyesuaikan jarak sumbu roda bagian depan dan belakangnya. Walau masih mengandalkan sasis asli dibagian depan hingga tengah, Aris mengakali panjang motor agar terlihat proposional dengan menggarap arm yang lebih panjang sekitar 7-9 cm dari bentuk aslinya. Menurut Aris, walau tinggi motor juga akan lebih asik di ajak ahndling saat bermanuver di atas permukaan tanah. Hal tersebut juga menentukan posisi knelpot yang di letakan lebih tinggi bergaya Scrambler dengan buangan di sisi sebelah kanan. Knalpot ini di pesan khusus dengan membuat leher hingga muffler yang dibuat dengan cara handmade 100 persen berbahan stainless.

Usai menggarap body, langkah terakhir adalah finishing dengan memberikan warna pada body motor yang sudah “setengah matang” ini. Dari hasil diskusi dengan owner, Daniel hanya menginginkan motor dengan warna biru, namun Aris memiliki pandangan lain dengan memberikan sentuhan warna biru muda dengan kombinasi putih. Saat pemilihan warna biru, sebuah bungkus biskuit coklat “oreo” pun menjadi inspirasi untuk motor bergaya scrambler milik Daniel ini.

Di luar ekpektasi Daniel, motor kesayangannya yang ia beli di luar Jakarta ini malah jauh terlihat lebih apik dan sesuai dengan apa yang ia inginkan. Di sisi ini Puspa Kediri Custom dianggap sukses menggarap custom motor dengan memberikan kepuasan bagi pemiliknya. Keren!

 

Arm

Custom, lebih molor sekitar 7-9 cm. Dengan demikian, motor menjadi lebih proposional dan easy handling

 

Body

Dibuat ulang dengan bahan glavanis 1.2mm. di buat dengan cara handmade oleh aris selaku builder di bagian body.

 

Painting

Terinspirasi dari warna “Oreo”, akhirnya warna biru biasa dikombinasikan dengan beberapa warna lain seperti putih dan biru muda sebagai aksen, menjadikan tampilan motor lebih segar dan eye catching

 

Knalpot

Dipesan khusus untuk mendapatkan lekukan welding yang presisi dan juga suara yang sesuai dengan keinginan sang owner. Tidak terlalu bising namun terlihat kekar dan di posisikan sedikit ke atas.

 

Mesin

Standart 225 cc dengan penambahan estetika di bagian blok, head hingga crankcase. Bagian ini di labur dengan cat anti panas berwarna hitam

Teks: Andhika | Foto: Herry Axl.