Yamaha SR400 1998 | Satria Jingga
Satu di antara ratusan kustom bike yang menarik perhatian Juri dalam gelaran Kustomfest 2017 adalah board tracker garapan Oldhome Garage. Motor berbasis Yamaha SR lansiran tahun 1998 ini berhasil menarik hati Makoto Watanabe, salah satu juri internasional di ajang kustom tahunan tersebut, sehingga membawanya menjadi jawara Jawara FFA Main Class.
Besar kemungkinan, nuansa tradisional yang dibawa pada motor inilah yang membawanya jadi juara. Tampilan motor dari racikan Imron atau biasa disapa Geyong, builder Oldhome Garage asal kota Solo ini mengusung nuansa tradisional Jawa Barat. Ia mengerjakan motor berjuluk “Satria Jingga” ini bersama dengan rekannya, Eko ‘Kriwil’.
Pengerjaan boardtrack dimulai dari basisnya, yaitu sasis dengan menggunakan pipa 1 - 1,5 inchi pada beberapa bagian yang berbeda dengan ketebalan 3-4 mm. Pengerjaan beralih pada parts lainnya dengan material plat galvanis, yang ia buat untuk tangki, oil tank, dan spatbor.
Sentuhan budaya Jawa Barat muncul pada penambahan beberapa aksesoris. Yang paling kentara adalah persneling custom yang ia buat menggunakan stick dengan model Kujang, yang merupakan senjata tradisional Jawa Barat pada sisi kiri tangki. Pada bagian penampung bahan bakar ini, juga ditambahkan ‘cover’ di sisi depannya untuk menambah estetika. “Biar makin cantik, beberapa ‘pemanis’ saya tambahkan seperti pada tutup tangki dan sentuhan keling dengan material kuningan pada beberapa bagian,” terang Geyong.
Bagian lain yang unik juga muncul pada holder gas custom yang ia buat dari gir. Sementara pada lampu, Geyong mengambil copotan dari lampu sein mobil yang ia cover ulang. Pengerjaan jok dibantu oleh kerabatnya dari Demarnos - Solo, sementara pada knalpot, ia custom menyerupai bentuk bambu runcing pendek.
Di bagian kaki-kaki, Geyong juga merombak semuanya. Pada sisi depan motor ini mengaplikasi velg dari TK Japan 21-185 polish dan ban dari Avon Speedmaster 21-300. Sementara pada bagian belakang, juga menggunakan velg TK Japan berukuran sama, dengan ban Avon ukuran 21-300. Suspensi depannya mengaplikasi model girder dengan 2 per, sementara bagian belakang tetap rigid.
“Bagian membuat shock depan dengan pemasangan dua per-nya ini bisa dibilang cukup sulit. Saat mencoba teromol belakang yang digabung dengan gir pun cukup menantang pada proses pembangunan motor ini,” imbuhnya.
Terakhir, motor dilabur dengan cat merah tua oleh Hacka Pinstriping. Warna merah sendiri merupakan representasi sebuah tokoh yang dijadikan konsep pada motor ini, yakni Cepot. Selain itu, merah juga dianggap memiliki karakter kuat, berkolaborasi sempurna warna gold dan silvernya. Ditambahkan Geyong, “motor ini saya juluki Satria Jingga, yang terinspirasi dari Cepot, salah satu tokoh pewayangan Jawa Barat yang paling terkenal. Nama aslinya adalah Astra Jingga, dengan karakter yang humoris dan punya kulit warna merah”.
Penulis: Wildaf - Foto: Uky Basuki.
