Yamaha XS650 1979 I Pure CustomXize
Daniel Hilandof pertama kali melihat Yamaha XS dalam model bobber. Maka saat mendapat mesin XS, builder sekaligus owner motor ini langsung membangunnya dengan gaya chopper-bobber yang juga pas dengan soul-nya.
Di workshop CustomXize Motorcycles yang berlokasi di Lenteng Agung, Jakarta Selatan ini, berbagai part dibuat Landop, sapaan akrabnya. Diantaranya sasis, stang yang mengikuti konsep bobber, footstep, jok, knalpot, dan berbagai peranti lain. Sementara tangki, ia ambil dari Mustang. Bisa dibilang, 95 persen motor ini custom.
Di bagian foootstep, Landop sengaja membuat posisinya lebih tinggi agar berkesan ‘badder’. Namun Stang tidak dibuat terlalu tinggi agar motor masih tetap nyaman dikendarai.
“Karena postur gue cuma 165 cm, jadi footstepnya lebih enak kalo dibikin agak naik. Stang juga agak condong ke belakang dan nggak terlalu tinggi, jadi riding position enak banget. Mungkin kalau orangnya jangkung kakinya akan nekuk, tapi untuk seukuran 160-170 cm, masih nyaman,” jelas Landop.
Ukuran kaki-kakinya sedikit unik. Di bagian depan, Jika peleknya memiliki ukuran 350/21, ban Avon Speedmaster yang dipilihnya memiliki ukuran lebih lebar dari umumnya yaitu 300 mm, yang membuatnya terlihat sedikit ‘ketarik’. Alasannya sih menurut si builder hanya sesuai selera.
Teromol depan mengaplikasi copotan dari BSA A65 yang berukuran besar. “Teromol ini gue suka karena unik. Punya ventilasi yang ngedukung rem. Dengan teromol model begini, pengereman bisa pakem banget karena diameternya yang gede,” imbuh pria asal Padang ini.
Sementara roda belakang mengaplikasi ban Coker berukuran 450 dengan pelek berukuran 300/18. Teromol diambil dari copotan motor biasa karena Landop ingin memasangkan disk untuk mengimbangi pengereman. Tapi ternyata setelah dicoba riding, motor bisa tetap berhenti dengan nyaman meski hanya menggunakan rem depan, berkat pengaplikasian teromol BSA tadi.
Untuk suspensi, area depan mengandalkan shock dari Kawasaki Ninja 250 yang dipolish ulang. Sementara area belakang ‘bebas’ dari shock karena framenya yang rigid. Meski begitu, pengendara masih bisa nyaman duduk karena Landop memasangkan per di bawah jok.
Mesin 650 cc nya tak ada ubahan, hanya menyetting sedikit karburator, dan motor ini juga masih menggunakan platina.
Terakhir untuk tahap finishing, seluruh body motor dilabur dengan cat bernuansa green-gold sesuai mood-nya kala itu. Beberapa part juga mendapat coretan pinstripe dan airbrush dari tangan Rio ‘Bronx’ untuk mendukung estetika.
Teks: Wildaf / Foto: Gembulpict












Leave a Comment