BMW R65GS 1998, Andalan Pasukan Perdamaian
BMW GS series jadi varian motor dual pupose pabrikan asal Jerman yang jadi andalan di Rally Dakar. Nah, produksi awal BMW GS ini adalah tipe R80G/S dengan kapasitas mesin 797,5cc pada 1980. Motor ini jadi varian pertama kali BMW yang khusus dibuat untuk lintasan kasar, karena sebelumnya hanya konsentrasi untuk produk jalan raya saja.
Sampai akhirnya BMW R80G/S dikembangkan menjadi R80G / S-PD diproduksi 1984-1987 sempat menjadi jawara pada ajang Paris-Dakar pada 1981 digeber Hubert Auriol joki asal Prancis. Pada 1987 barulah tittle G/S berubah menjadi GS dengan S yang diartikan Sport atau “Straße” dalam bahasa Jerman. Sesuai kebutuhan lintasan adventure modelnya pun tentunya kental aroma trail pada desainnya.
Selain meluncurkan dengan mesin 797,55cc varian ini juga dilengkapi dengan model R65GS diproduksi 1987-1990 kapasitas mesin lebih kecil 650cc tetapi tampil lewat bodi yang sama. Generasi awal BMW GS ini bisa dikenali dari lengan ayun belakangnya menganut Monolever atau suspensi belakang single.
Nah, motor BMW yang tampil ini merupkan tipe R65GS milik Iman Leom builder sekaligus mekanik dari workshop BMW Service Jakarta Timur. “R65GS termasuk langka karena populasinya juga tidak banyak dan diproduksi terbatas,” jelas Leom sapaan akrab mekanik yang buka bengkel di bilangan Cipinang, Jakarta Timur.
Proses mendapatkan motor ini juga unik lantaran didapat dari seorang kawan yang seorang prajurit TNI. “Teman saya kebetulan bertugas menjadi tentara perdamaian PBB yang saat itu bermarkas di Denmark melihat sosok motor BMW yang sudah nongkrong lama di gudang,” cerita Leom.
Kondisi motor saat itu sudah tidak hidup dan kebetulan ada mesin cadangan yang juga dalam kondisi tidak utuh. Nah, saat tugasnya selesai sahabat Iman itu akhirnya memboyong motor ke Indonesia lengkap dengan mesin cadangannya.
Sampai Tanah Air, motor langsung direbuilt oleh Iman utamanya bagian mesin yang harus direstorasi dengan penggantian part baru. “Beberapa part yang rusak gue ganti pakai mesin cadangan yang di bawa,” urai Iman.
Untuk bagian body seluruhnya masih lengkap dan utuh tidak ada detail yang rusak. Cuma bagian bodi saja kelirnya sudah usang dan harus dicat ulang. Iman pilih kelir putih yang memang pas dengan tungangan pasukan perdamaian PBB sesuai dengan keperluan motor ini saat dahulu bertugas.
Penulis: Belo, Foto: Boyo







Leave a Comment