Dimas Ekky Pratama. Berjuang Angkat Merah Putih lebih Tinggi

Salah satu pembalap muda andalan Indonesia Dimas Ekky Pratama yang pada 2013 lalu menjadi Juara 1 Suzuka 4-Hour Endurance Race Championship sedang mencoba peruntungan mengikuti tes pramusim (Campeonato de Espana de Velocidad) CEV Spanish Championship kelas Moto2 European Championship di sirkuit Jerez, Spanyol 27-28 Februari 2015.

Hal ini merupakan usaha PT Astra Honda Motor ( AHM) membawa pebalap Indonesia sebagai jenjang menuju balap bergengsi MotoGp. Sebagai contoh sukses gelar juara dunia MotoGp yang diraih oleh Casey Stoner dan Marc Marquez awal meniti karir ditempa lewat CEV Spanish Championship.

Musim ini, CEV Championship membuka kelas seperti dipentas MotoGp. Kelas Moto3 Junior World Championship, Moto2 European Championship, dan Superbike European Championship. Pada test kali ini Dimas Ekky Pratama yang bergabung dengan tim Honda Asia bersaing dengan sekitar 30 pembalap dikelas Moto2, mereka datang dari berbagai negara lintas benua Eropa, Asia, Amerika, dan Ausralia.

Dimas musim ini akan mengikuti CEV Spanish Championship kelas Moto2 European Championship digelar sebanyak 7 seri dihelat diberbagai sirkuit balap Eropa. Sirkuit Algarve, Portugal (April), Catalunya, Spanyol (Juni), Aragon, Spanyol (Juli), Albacete, Spanyol (September), Navarra, Spanyol (Oktober), Jerez, Spanyol (November), dan Valencia, Spanyol (November).

Perjuangan Dimas mengikuti test pramusim ini cukup berat, selain kondisi cuaca yang dingin sekitar 12 derajat celcius, dia juga harus dituntut cepat beradaptasi dengan motor berbasis Kalex geberannya yang speknya berbeda jauh dengan motor supersport yang biasa dipakai.

“Saat sesi tes hari pertama kemarin (27/02) Dimas sempat mengalami dua kali kecelakaan kecil. Setelah diperiksa, pihak medical center Sirkuit Jerez menyatakan aman,” ungkap Anggono Iriawan, Manager Motorsport & Safety Riding (AHM).

Cacatan waktu yang diraih Dimas Ekky saat sesi tes ini masih banyak evaluasi yang harus dilakukan. Dari 5 sesi pengetesan Dimas meraih catatan waktu terbaik 1 menit 49,293 detik. Masih jauh dibanding catatan waktu tercepat yang dicetak pembalap Spanyol, Edgar Pons (1 menit 44,2 detik). “Itu hasil catatan waktu setelah jatuh, sebelum terjatuh cacatan waktu Dimas sempat menyentuh 1 menit 46 detik, setelah terjatuh dia merasa bahu kanannya sakit, jadi kurang optimal,” beber Anggono yang menemani Dimas selama tes pramusim di Spanyol.

Sedangkan test hari kedua (28/02) Dimas masih dihadapkan dengan suhu di bawah 12 derajat, yang membuat aspalnya low temperature. Pembalap asal Depok ini berjuang sangat keras dan progresnya juga terlihat catatan waktunya konstan bermain diangka 1 menit 46, 4-6 detik. Dimas cepat beradatasi dengan Moto2-Kalex geberannya, sirkuit, dan mekanik.

“Dari lima sesi hasil tes yang dilakukan hari kedua ini catatan waktunya terus mengalami progres, mengemas 1.46,190 detik, meskipun saat sesi 5 Dimas sempat terjatuh dan cedera di jari manis kiri yang retak,” urai Anggono.

Jika dibandingkan dengan rival pembalap rider Moto2 yang mengikuti sesi tes ini Dimas terbilang masih baru. Rider lainnya lebih berpengalaman dan sudang mengatongi ribuan kilometer. “Hasil ini tentunya jadi pengalaman berharga buat saya bermain di sirkuit Eropa dan langsung merasakan sengitnya persaingan dikelas Moto2, juga sebagai modal yang cukup untuk mengikuti balap berikutnya,” tutup Dimas. Support #redforahead

Penulis: Belo, Foto: AHM

 

Attachment

IMG_7829 IMG_7827 IMG_7828 moto2 dimas dimas

Leave a Comment