Ducati Monster 2013 | Iconic Bike Suryanation Rider 2018

Ada yang spesial pada gelaran Suryanation Motorland Tangerang Selatan 2018 Sabtu lalu. Di event seri ke-3 ini, Suryanation menghadirkan ke publik, Iconic Bike pertama yang direbuild oleh Franky Mory dari Yasashii Garage yang tak lain merupakan salah satu Suryanation Rider 2018.

F.Y.I., motor berbasis Ducati Monster lansiran tahun 2013 ini merupakan salah satu Iconic Bike Suryanation 2015 berkonsep café racer. Franky Mory yang seorang builder ini pun mendapat tantangan untuk merubah bentukannya untuk touring Suryanation Ride.

“Oleh suryanation, gue dikasih mandat untuk merubah salah satu Iconic Bike 2015 ini, bebas oleh Yasashii Garage. Garis besarnya adalah motor ini akan dijadikan Iconic Bike-nya Suryanation Riders yang akan dipakai untuk setiap touring Suryanation,” jelas Franky.

Diakui oleh Franky, tantangan untuk merubah Iconic Bike dari bentukan café racer tak menjadi sebuah kendala. “Justru gue nggak merasa kesulitan sama sekali. Karena mandatnya adalah merubah bebas terserah dengan gaya Yasashii, bukan menambahkan dari yang sudah ada. Ini jadi kemudahan dan gue rubah total dari nol. Karena akan dipakai untuk touring, gue pilih gaya scrambler yang sangat nyaman dan ride experience,” imbuhnya.

Franky memilih konsep scrambler futuristic yang membuat tampilannya sedikit berbeda dari scrambler pada umumnya. Gaya scramblernya nampak lebih modern baik dari frame, headlamp, dan yang paling menonjol adalah dari tangki.

Dimulai dengan pembuatan sub frame. Franky mengacu pada sasis bawaan Ducati Monster yang setengah ke depan, sementara ia membangunnya dari bagian setengah ke belakang menggunakan pipa seamless tubular dengan ukuran yang berbeda-beda yaitu 1,1I ½ dan 2 inchi.

Gaya futuristic yang paling kentara terlihat dari penggunaan tangki bermodel prisma yang ‘menyudut-nyudut’. Konsep scrambler futuristic direpresentasikan dengan baik melalui part ini. motor dengan mesin besar. Area headlamp dibuat senada dengan pemasangan cover lampu customnya.

Untuk mempermasnis swing arm yang masih bawaan, ia membuat detail dengan melubangi arm tersebut. “Gue ‘bolong-bolongin’ biar sedikit eye catching,” tambahnya. Di sisi kaki-kaki, ban dual purpose dipasang sesuai dengan peruntukannya. Sisi dengan dengan stock velg yang kini dicat warna gold berukuran 3 inchi dengan ban Shinko 130/90/17 dan belakang stock velg 4,5 inchi dengan ban berdiameter 150/80/17.

Pada footstep, Franky merubahnya menjadi single. Sementara untuk engine, motor bermesin 795 cc ini telah mendapat refreshment untuk performa yang lebih baik. Di area gas buang, ia menambahkan silencer baru dari Yasashii dengan style yang sesuai dengan konsep scrambler futuristic. Dominan warna merah pada cat digunakan sebagai representasi dari motor itu sendiri yang merupakan Iconic Bike dari Suryanation Motorland.

Pembangunannya terbilang singkat, yaitu hanya sekitar satu setengah bulan. Sebagai motor yang tidak hanya dibuat untuk show, Iconic Bike berjuluk “Rocket” ini telah dijajal untuk touring dengan menempuh jarak sejauh 625 km dari Kuningan Jawa Barat menuju Bandung, hingga ke Tangerang Selatan.

“Salah satu tantangannya adalah gue bukan hanya membuat motor untuk show, tapi juga daily bike yang akan dipakai untuk touring. Selama tiuring kemaren, kita sudah melewati berbagai variasi jalur mulai dari track aspal, beton, perkebunan, hingga jalanan yang rusak parah bebatuan dan nggak ada masalah,” pungkas Franky.

Teks: Wildaf | Foto: Istimewa.

Attachment

suryanation motorland iconic bike 2018 (11) suryanation motorland iconic bike 2018 (10) suryanation motorland iconic bike 2018 (9) suryanation motorland iconic bike 2018 (8) suryanation motorland iconic bike 2018 (7) suryanation motorland iconic bike 2018 (6) suryanation motorland iconic bike 2018 (5) suryanation motorland iconic bike 2018 (4) suryanation motorland iconic bike 2018 (3) suryanation motorland iconic bike 2018 (2) suryanation motorland iconic bike 2018 (1)

Leave a Comment