Harley-Davidson 883 1996 | Scrambler Sportster 883
Melihat penampilannya yang sederhana, motor keluaran tahun 1996 ini memiliki beragam cerita hingga harus berevolusi menjadi sebuah motor petualang sejati. Custom bike berbasis Harley Davidson Sportster 883 ini terbilang nyaman dengan kubikasi mesin 883 cc yang tidak terlalu besar untuk sebuah motor adventure. Sekilas melihat motor ini terbilang sederhana karena tidak terlihat unsur glamour di dalamnya namun, jika melihat lebih detail anda akan “menikmati” sisi detailnya.
Pertama adalah penggunaan karet tanki bensin yang berfungsi sebagai stopper bagi pengendara jika terjadi pengereman mendadak yang dibuat senada dengan guratan mesin V-Twin. Tidak hanya itu, jika sebelumnya motor ini memiliki jarak rendah ke tanah 140mm khas motor cruiser, kini jarak rendah itupun kian bertambah alias menjadi lebih tinggi dari “bawaan” pabriknya. Hal ini ditujukan untuk menunjang pengendara jika harus melewati kontur jalan bebatuan. Demi menunjang berpetualang, sebuah tas berbahan kulit pun juga disertakan sebelah sisi kiri motor. Selain menambah estetika, tas ini juga berfungsi untuk membawa tools kit dan riding gear seperti raincoat.
Di workshop Garasi 19, motor yang awalnya bisa mengangkut dua orang atau membawa pembonceng kini dibuat menjadi sebuah motor “solo” alias sendiri. Hal ini terlihat dari jumlah foot rest pembonceng yang dihilangkan dan kursi pengendara yang hanya bisa digunakan satu orang. Walau terkesan gagah dengan balutan ban merek Shinko 150/70/18 Rear x 110/80/19 front bertipe kasar, nampaknya motor ini tidak akan mampu berjalan sepenuhnya di atas tanah terlebih lumpur. Hal ini dikarenakan bobot motor seberat 256 Kg dianggap kurang ideal jika harus menerjang jalan tanah, tidak hanya bobot, pengunaan spakbor depan yang rendah pun menegaskan jika motor ini tidak dirancang untuk melewati jalan tanah terlebih tanah basah.
Part seperti, tanki bensin, fenders depan belakang, sub frame, side number plate, skid plate, seat and bag, key Ignition, indicator sign, air breather hingga exhaust berbahan stainless steel semua dibuat di Garasi 19. Sementara demi menerjang jalan bebatuan, workshop yang berlokasi di Bangka Raya 19 South Jakarta 12720, Jakarta ini pun mempercayakan suspensi pada suspensi milik Progressive Suspension 15″ for 883XL dibagian belakang. Andre Tenardi selaku builder mengakui jika Scrambler 66 ini dikerjakan selama 3 bulan dikarenakan bangun dari scratch, beberapa bagian seperti engine di rebuild, dengan mengganti semua gasket, custom pada bagian chasis belakang, lalu semua di powder coat hitam supaya terlihat rapih dan bersih. Selesai di sektor kaki-kaki, Andre pun memberikan sentuhan warna emas pada mesin V-twinnya dengan teknik Powder Coated and Gold Plated hasil karya Free Flow Kustom, Bandung.
Untuk aksesoris seperti turn signals dipakai milik Joker Machines, Gas Cap by Joker Machines, Brakelight by BratzStyle, Handlebars Motobar by Biltwell Inc, Grips Thruster by Biltwell Inc, Footpegs Mushman by Biltwell Inc dan Fork Boots Rubber. Aksesoris ini diperoleh melalui jalur distribusi import langsung dipesan Andre di Amerika. Menariknya, jika umumnya motor bergaya scrambler menggunakan penggerak rantai kali ini Andre membiarkan belt sebagai pengerak roda belakangnya supaya terlihat lebih Harley-Davidson.
“Selain memang ingin dipakai untuk adventure, sportster ini ingin tampil berbeda dengan kebanyakan concept motor sportster yang ada di Jakarta/Indonesia. Tapi memang bukan yang pertama kali sportster bergaya scrambler” ujar Andre.
Teks: Andhika, Foto: Herry Axl.


Leave a Comment