Kawasaki Ninja 250 ‘2010 | Neo Japanese Flat Track
Kesan pertama melihat penampilan sosok motor yang satu ini mungkin anda tidak menyangka jika motor ini berbasis motor sport yang terlahir dengan bentuk body yang meruncing dan menunduk. Motor bertampang dual purpose ini menggunakan basis motor sport Kawasaki Ninja 250 lansiran tahun 2010. Transformasi besar ini lahir dari tangan dingin kreator bernama Arnessto Rico bersama Gearhead Monkey Garage (GMG) Jakarta.
Langkah cerdik dilakukan Arnessto Rico dalam memilih Kawasaki Ninja 250 karena masih menggunakan karburator. Hal ini memudahkan proses memodifikasinya dibanding varian lebih baru yang sudah injeksi. Oleh karena itu ruang bakarnya pun dibiarkan standar dengan hanya memanfaatkan porting dan polish.
Sementara di sektor lain, Rico memanfaatkan sebuah “kaki” besar milik Triumph Speed Triple 1050 R. Pemasangan komponen kaki-kaki ini diakui Rico sebagai salah satu tahapan yang menantang. “Pro arm ini punya motor gede, tapi kita harus memasukkannya ke rangka yang tergolong kecil.
Ubahan pun terlihat banyak disektor itu mulai dari merubah dudukan hingga penempatan yang pas agar motor tetap terlihat proposional. Tidak hanya sampai disitu, bagian front end juga memanfaatkan komponen dari Triumph Speed Triple 1050 R. Alhasil motor pun menjadi terlihat kekar dan gagah.
Setiap ubahan dikerjakan secara maksimal dan mempertahankan kemudahan berkendara motor ini. Walau mendapatkan “organ” baru namun panjang wheelbase tetap terjaga dan terlihat proporsional. Motorpun gampang diajak bermanuver, hal ini dikarenakan penggunaan motor yang lebih dominan berkendara di kawasan urban yang terkenal dengan lalu lintas padat.
Proses modifikasi motor ini terbilang memakan waktu cukup singkat. Ia dan tim hanya menghabiskan waktu sekitar dua bulan itu pun termasuk pemasangan komponen-komponen aftermarket lainnya dengan finishing warna hitam dan terdapat sapuan livery klasik hijau khas Kawasaki mengisi sisi samping bodi.
Teks: Andhika Kresna, Foto: Herry Axl.


Leave a Comment