Honda CB – 1978 | Chopper Kampung Ibu Kota
Custom bike jadi representasi diri penggunanya. Bentuk motor yang digunakan, juga sesederhana menunjukkan rasa kebebasan diri mereka. Kurang lebih ini yang tergambar dalam motor milik Rafsan Yuono atau biasa dikenal King Acan.
Sebuah statement tentang ‘Chopper Kampung’ oleh Bobrenk sahabatnya juga yakini dirinya. Kampung yang dimaksud tak lain adalah sifatnya, yakni berusaha memaksimalkan apa yang dimiliki. “Dulu pas gue bikin motor ini, gue cuma pengen ini motor sesuai buat mondar-mandir seputar Jakarta Selatan. Daerah ini cukup padat buat naek motor bergaya street tracker, dan cukup lambat untuk cafe racer. Gue butuh bentuk motor yang bisa nyelap-nyelip, tapi tenaga bawahnya mumpuni,” bukanya bercerita.
Kebetulan motornya memang kecil dengan basik Honda CB lansiran 1979, maka sekaligus ‘chopper kampungnya’ ini ia buat setangnya menjadi sempit, dengan knalpot custom yang lebih bising, dan dengan gaya berkendaranya yang nyeleneh, Acan lebih senang memberi aba-aba lewat geberannya daripada memasang klakson.
Motor ini dinamainya Viper a.k.a. Vintage Perkasa. Motor ini pernah dibangun di beberapa bengkel, hingga terakhir dipegang oleh Coba-Coca Custom (CCC) Jakarta. Engine-nya sudah diupgrade, semantara rangkanya masih asli. Penampilannya sedikit racing dengan header dan tangki yang diwarnai berbeda.
Tinggal di daerah Kebon Nanas yang tak lain sudah jadi tempat nonton ‘balap liar’nya sejak kecil dengan bengkel-bengkel balap yang sudah jadi gaya hidupnya, membuat besutannya ini secara organik menjadi racing look. Kurang lebih, ‘chopper-chopper kampung’ yang mereka statement juga menyesuaikan dengan terrytory masing-masing.
Racing look-nya juga didapat dari sokongan stang rabbit Eightbellz yang di-fittingnya sendiri, 3.5 inch headlamp berwarna kuning, dan tangki orisinil yang sudah dipolyester namun warnanya sudah aging seperti sekarang. Sementara sektor kaki mengaplikasi Velg Hm 18 x 1.40 dan Good Year All Service 2.75 – 18 untuk depan, dan Takasago velg 17 x 1.85 dengan ban Swallow Alpha Tracker 17 - 3.00 untuk belakang.
Beberapa sticker pun nampak tertempel pada tangki motor harian yang jarang dipakainya ini. “Dan sticker Mooneyes yang nempel di situ hasil jerih payah ngeletek dari tempat sampah di Rocket Company sekitar 2012. Pas gue putuskan ngelet stiker itu dari tempatnya, kondisi stiker emang udah banyak yang berusaha ngelet, tapi gue yang berhasil!” tutup biker nyeleneh ini.
Artikel: Wildaf / Foto: Herry Axl.
