Honda Steed 400 1998 | Sembari Wani
Gaya vintage begitu kental terlihat dari penampilan motor chopper yang berbasis motor asal Jepang Honda Steed milik Ariandy K. asal kota Surabaya ini. Hal ini terlihat dari “jilatan” api yang berkobar di bagian tangki motor dan juga box tutup aki dibagian midframe bergaya rigid. Sedikit mengingatkan, gaya seperti ini kian mendunia sejak penampakan motor bergaya chopper dalam sebuah film Easy Rider di tahun 1969.
Sejak saat itu trend Chopper terus berkembang hingga saat ini. Menariknya, motor yang khas dengan rangka bertipe rigid kini tidak lagi wajib menggunakan sebuah mesin besar berkonfigurasi V kembar asal America. Salah satunya adalah motor Honda VLS400 atau lebih dikenal dengan sebutan Honda Steed dengan kapasitas mesin sebesar 400cc lansiran tahun 1998 yang sukses di custom dalam sebuah rumah modifikasi bernama Rocket Fantasy Garage (RFG) asal kota Sidoarjo.
Melihat penampilannya, motor ini menganut konsep old skool Chopper. Pemilihan Honda Steed tidak lain karena motor ini sudah memiliki gen Chopper sejak ia terlahir. Buktinya ia mempunyai susunan tulang yang sangat sempurna bagi Chopper. Jika aslinya Honda Steed masih menggunakan single shock absorber, kini motor dengan julukan SEMBRANI ini digarap total rigid oleh builder bernama Deddy. Tidak hanya rangka, konfigurasi mesin V kembar Honda Steed 400 juga menunjang sebuah motor bergaya Chopper.
Saat ini, rasa puas bisa jadi menyelimuti perasaan sang owner, pasalnya ia sudah sangat lama menginginkan sebuah motor oldskull bergaya chopper hardtail. Lanjut kebagian depan RFG merubah rake asli yang dibuat lebih rapat di bandingkan dengan rake bawaan. Hal ini bertujuan untuk mengejar tampilan frame yang sedikit naik. Menyiasati hal itu groundclearance yang meninggi, dedet panggilan akrabnya juga memberikan sentuhan pada as shock depan yang di tambah menjadi 15cm alhasil kini Honda Steed berubah menjadi a la chopper oldskull.
“Kami membuat motor ini disesuaikan dengan keinginan owner, menurutnya SEMBRANI atau istilah jawanya sembari wani ini merupakan julukan yang pas buat Honda Steed 400 ini.” Ujar Dedet
Walau shock depan masih menggunakan original Honda Steed, Dedet hanya membuat Triple Trees yang ia garap menggunakan bahan dari bahan plat besi dengan ketebalan sekitar 2cm. ia sengaja membuat lebih sempit untuk menghasilkan narrow style. Penggunaan lampu Electroline 57 original dengan bahan babet di bagian depan semakin menguatkan kesan vintage dari V-Twin asal Yaesu, Chuo-ku, Tokyo ini. Terlihat simple namun elegan. Bentuk tangki bensinnya menganut gaya “mustang” untuk bagian depannya serta penambahan stang dengan model T-Bar membuat Honda Steed kian kental bergaya American Classic.
Untuk proses pengerjaan semua dilakukan di Rocket Fantasy Garage selama kurang lebih 8 bulan. Untuk footstep, stang, sisybar, dll handmade dan body work digarap di Rocket Fantasy Garage. Sementara untuk part bolt on hanya meliputi bagian stoplamp, headlight, handgrip, handle kopling, ban, dan velg. Untuk kenyamanan berkendara, owner memesan penggunaan velg original suzuki TS125 yang dilapis ban Avon Speedmaster berukuran 21/3.00 dan velg champ berukuran 18/3.00 dengan ban Fuckstone 18/4.50. dianggap memiliki performa yang cukup, Rocket Fantasy Garage hanya merubah bagian karburator dijadikan satu karbu dari dua karbu jika melihat versi aslinya.
Teks: Andhika Kresna | Foto: Uky Basuki.









Leave a Comment