Kawasaki 1000 Police 1972 I Mantan Andalan Polisi
Pabrikan Jepang banyak memproduksi motor besar yang kemudian malah banyak digunakan sebagai motor dinas kepolisian. Sebut saja mulai dari Honda yang sempat memproduksi CB 650 Police di era 80-an, dan Yamaha dengan Yamaha P900 Police pada awal tahun 2000-an.
Pabrikan Hijau Kawasaki, ternyata sudah lebih dulu dengan memproduksi Kawasaki Police. Motor bermesin 100 cc ini memiliki body besar, dan pernah berjaya di era 70-an.
Moretzono, salah satu yang memiliki motar lansiran 1972 ini meminta Ariawan Wijaya dari Baru Motor Sport untuk merubah tampilan sport touringnya menjadi lebih simple dan klasik.
Seperti terlihat sekarang ini, tunggangannya tak lagi berpenampilan seperti motor dinas kepolisian dengan berbagai atributnya, melainkan sudah berubah menjadi scrambler yang minimalis, lebih modern, dan sedikit terlihat aura sporty.
Memiliki basis body yang besar, motor yang digarap di workshop yang berlokasi di Palmerah, Jakarta Barat ini diberi julukan Jambrong.
“Memang Jambrong kan identik dengan besar dan gendut, karena basisnya sendiri motor ini besar sekali,” tutur Ari.
Beberapa bagian mengaplikasi part aftermarket seperti pada area depan. Misalnya area handle yang mengaplikasi handgrip dari Biltwell, sementara headlmapnya juga memasang Daymaker headlight berukuran 7 inchi.
Motor ini masih banyak mengandalkan part bawaan, salah satunya pada bagian kaki-kaki. Pada area depan, mulai dari fork yang masih miliki Kawasaki Police original, hingga peleknya yang berukuran 18×3.5, kemedian dipasangkan dengan ban bermodel besar ukuran 120/90-17 dari Shinko.
Bagian belakang pun senada. Masih mengandalkan pelek bawaan berukuran 18×3.5 dengan ban Shinko 150/80-17, dan suspensi yang didukung dari Ohlins.
Bagian engine semuanya full rebuilt. “Semua part paking dan lain-lain diganti dengan original bawaannya. Engine dibongkar luar dalam. abis bongkar engine luar dalem. Rebuilt total,” imbuhnya.
Terakhir, scrambler ini difinishing dengan cat hitam berkelir hijau. Pengerjaan motor yang selesai dalam waktu 2 bulan ini tak mengalami kendala apapun. “Hanya treatment untuk detailing yang agak makan waktu lama,” tutup Ari.
Teks: Wildaf, Foto: Jhon Resa










Leave a Comment