Warning: session_start(): open(/tmp/sess_073449f1ed7ddb32fd2cc309a75039f1, O_RDWR) failed: Disk quota exceeded (122) in /home/gastsynt/public_html/wp-content/plugins/fix-my-posts/plugin.php on line 48

Warning: session_start(): Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /home/gastsynt/public_html/wp-content/plugins/fix-my-posts/plugin.php:48) in /home/gastsynt/public_html/wp-content/plugins/fix-my-posts/plugin.php on line 48

Kawasaki KZ200 1982 | Pinky Lady

Melihat dari sosoknya yang terlihat lebih kecil dari model skinny chopper pada umumnya, melihat kelirnya mungkin Anda sudah bisa menebak jika sosok motor berbasis Kawasaki KZ200 yang satu ini adalah milik seorang lady biker. Dugaan Anda bisa saja benar karena owner dari motor bergaya skinny chopper asal kota Semarang bernama Inicafony Prasasti memang seorang perempuan yang jauh dari kesan pengendara chopper. Walau demikian, tubuh mungilnya ini ternyata memiliki impian besar untuk bisa menunggangi sebuah motor chopper.

Three Monkeys Engineering adalah custom garage di kawasan kota Semarang yang ia percayakan untuk menggarap motor impiannya tersebut. Di custom garage yang pakem pada genre Chopper, semua proses pengerjaan diserahkan di sini. Onny Widiyayana selaku builder Three Monkeys Engineering pun sempat merasakan kesulitan pada awalnya. Pasalnya, ia baru pertama kalinya menerima “pasien” dari seorang perempuan selama ia praktek menggarap motor custom. Namun, dengan komunikasi yang intens dengan keduanya, Onny pun memahami maksud dan keinginan perempuan bertubuh mungil ini.

“Awalnya sih ngga begitu berkendala, hanya karena motor ini yang pesan cewek dengan postur tubuhnya yang kecil, jadi kesusahannya menentukan bentuk motor nantinya akan sesuai dengan penunggangnya yang easy riding,” ujarnya.

Proses demi proses Onny lakoni untuk menggarap frame sebuah motor skinny chopper pesanan khusus untuk Inicafony Prasasti. Di bagian ini, motor yang diberi julukan “Pink Lady” menggunakan material pipa seamless 3/4 inch untuk semua susunan tulangnya. Sementara, di bagian springer depan Onny menggunakan material steinless. Kombinasi inilah yang membuat Pink Lady menjadi terlihat keren dan easy riding. Demi kenyamanan owner, Onny mengambil konsep skinny chop namun lebih di-slimkan.

Tidak hanya bagian suspensi bagian depan, aksesoris seperti footpeg, jokey shift, stoplamp, sissy bar, box electrical, box air filter pun menggunakan bahan steinless. Hal ini diyakini karena bahan stainless steel terbilang lebih kuat daripada bahan seamless biasa. Menariknya muffler pun ia garap apik dengan hasil welding yang juga menggunakan bahan steinless. Khusus bagian ini Onny mengaku jika bahan stainless mampu meredam panas yang berlebih, artinya panas yang terdapat dalam ruang knalpot akan lebih memuai jika menggunakan bahan stainless.

Kesulitan yang dihadapi terletak pada bagian welding dan bending yang menggunakan bahan stainless. Hal ini dikarenakan material steinless karakteristiknya keras dan berkesan tidak mau “nurut”. Ada bagian yang paling menarik dalam tubuh Pink Lady yang terletak di bagian hub depan di mana stang didesain seakan diikat secara simpul menggunakan seutas tali namun tali tersebut hanyalah simbolik karena sesungguhnya bagian tersebut merupakan weldingan dari bahan stainless yang dibuat secara presisi.

Sementara di bagian painting, Onny menyerahkan kepada rekan kerjanya di kawasan Salatiga bernama Moled_Leedz Paint. Moled memang terkenal rapih dan detail dalam setiap pengerjaan painting di kota tersebut. Terlihat dalam Pink Lady, motor berbasis Kawasaki KZ200 tidak hanya tangki dan side box saja yang dilabur corak grafis hasil karya Moled. Bagian frame yang seringkali dianggap sederhana pun disiram cat dengan warna yang didominasi warna pink. Dasar warna inilah yang kemudian dijadikan julukan motor milik Inicafony Prasasti.

Demi kepuasan sang owner yang bergenre perempuan, Onny pun merubah sektor mesin agar lebih “nyantai” diajak riding. Ia pun sepakat untuk merubah semua piranti kelistrikan secara baru. Di bagian pengapian pun dirubah menggunakan sistem CDI. Magnet pun dirubah menggunakan Yamaha Vixion lengkap dengan spul. Hal ini diyakini agar pengisian dan pengapian selalu fit. Kaki- kaki menggunakan velg berukuran 21x 1.25 dengan ban Swallow 21-175 di bagian depan dan 17×250 - Swallow 17-400 di bagian belakang. Menariknya teromol depan bergaya brakeless berbahan steinless dibuat langsung di Three Monkeys Engineering dikombinasikan teromol belakang milik Kawasaki KLX lengkap dengan set disc brake. Di bagian estetika, kulit jok ia serahkan kepada Wawan Bakwan.

Proses pengerjaan selama 6 bulan atau efektif 3 bulan ini pun berbuah manis. Selain dapat memusakan hati Inicafony Prasasti motor garapan Onny ini pun tercatat aktif mengikuti beberapa kali kompetisi custom motorcycles dan mendapatkan beberapa penghargaan seperti Best Painting, Best Display dan lainnya.

Teks: Andhika Kresna | Foto: Herry Axl.

Attachment

kz200 custom chopper (7) kz200 custom chopper (6) kz200 custom chopper (5) kz200 custom chopper (14) kz200 custom chopper (12) kz200 custom chopper (10) kz200 custom chopper (9) kz200 custom chopper (8) kz200 custom chopper (4) kz200 custom chopper (3) kz200 custom chopper (2) kz200 custom chopper (1)

Leave a Comment


Warning: Unknown: open(/tmp/sess_073449f1ed7ddb32fd2cc309a75039f1, O_RDWR) failed: Disk quota exceeded (122) in Unknown on line 0

Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct () in Unknown on line 0