Suryanation Motorland 2017 | Menengok Kembali 8 Best of The Best Tiap Region dan The Greatest Bike
Festival event custom culture terbesar, Suryanation Motorland 2017 baru saja selesai digelar di 8 kota. Ajang ini telah dimulai sejak bulan April di Medan sebagai kota pembuka, kemudian berlanjut ke Palembang, Tangerang, Semarang, Banjarmasin, Makassar, Denpasar dan Surabaya, sebagai grand final sekaligus kota penutup seluruh rangkaian Suryanation Motorland 2017, pada 11 November kemarin.
Mengusung tema “Collaboration Brings Perfection”, Custom Bike Contest yang menjadi main content membuka beberapa kelas yang dipertandingkan. Kelas ini di antaranya Mesin dibawah 250cc – Street Cub atau Choppy Cub, Cafe Racer, Chopper/Bobber, Scrambler/Tracker, Sport FFA, Mesin diatas 250cc – Chopper/Bobber, Scrambler/Tracker, dan Special Class – Matic Custom & Free for All.
Motor-motor yang mengikuti Custom Bike Contest nantinya dinilai oleh tiga juri nasional yaitu Bimo Hendrawan (Bimo Custombikes Jakarta), Tommy Dwi Jatmiko (Mastomcustom Automotuveartworks Jakarta) dan Lulut Wahyudi (Retro Classic Cycle Yogyakarta). Ketiganya akan menentukan pemenang dari setiap kelas dan juga menentukan satu karya terbaik untuk menjadi pemenang Best Region.
Tak hanya memilih Best of the Best Bike, mereka juga akan mementukan The Greatest Bike 2017 dari setiapo region ini. Nantinya The Greatest Bike Suryanation Motorland 2017 akan dibawa ke event Contest Bike bergengsi dan terbesar di Eropa, Motor Bike Expo yang akan berlangsung di Verona, Italia pada 18-21 Januari 2018 mendatang.
Dari keseluruhan 8 kota yang menjadi tempat berlangsungnya Suryanation Motorland 2017, berikut kembali kami tampilkan para jawara yang berhasil menjadi Best of The Best dari tiap region.
Medan
Medan menjadi kota pembuka ajang Suryanation dengan total 118 peserta pada Custom Bike Contest. Dari banyaknya custom bike keren dari builder-builder Medan, motor chopper berbasis Kawasaki Binter lansiran tahun 1982 milik Siar (Victory Project), berhasil menjadi Best of The Best di ajang ini.
Palembang
Dari 116 kontestan motor beragam aliran di ajang Custom Bike Contest, terpilihlah satu motor bergaya Tracker dengan tema Ojek Kayu. Skuter asal India, Bajaj Super 150 milik peserta bernama Rio dari 58 Work - Palembang tersebut dimodifikasi a la motor Ojek Kayu. Rio sengaja mengangkat budaya lokal di mana motor ojek kayu biasa digunakan para penebang kayu di kawasan Limbau, Palembang.
Selain Best of the Best, Bajaj Tracker ini juga sempat mendapatkan beberapa penghargaan di ajang yang sama seperti, Media Pick, Motor Pilihan Juri, dan Best Tracker <250.
Tangerang Selatan
Keinginan pencinta otomotif roda dua di wilayah Jabodetabek untuk menyaksikan gelaran Custom Bike Contest berskala Nasional, akhirnya terpenuhi. Dari total 114 peserta dari wilayah Jabodetabek, Yamaha Scorpio buatan Ari Supriyanto dari Protechnics Workshop berhasil menjadi pemenang Best Region Tangerang dan juga dinobatkan sebagai pemenang untuk kelas Scrambler/Tracker di bawah 250. Selain itu, motor berkelir silver dan hitam ini juga berhasil menjadi Pick Up Bike dari Bimo Custombikes.
Semarang
Dari 125 peserta lulus masuk dalam ajang Custom Bike Contest, M. Rizal dari komunitas Freevets akhirnya keluar menjadi Best of the Best mewakil kota Semarang. Motor berbasis mesin Yamaha XV 1800 hadir dengan tema pro street chopper yang berhasil menarik perhatian ketiga juri.
Banjarmasin
Hampir 150 custom bike akan didaftarkan pada Custom Bike Contest dari berbagai kelas. Sayangnya, keinginan mereka untuk memajang motornya dalam kompetisi bergengsi ini tak bisa terpenuhi karena keterbatasan kuota yang hanya bisa memasukkan 138 motor untuk ajang ini.
Akhirnya dipilihlah Honda Tiger Revo bertampang board track, yang menjadi Best of the Best region Banjarmasin. Motor berjuluk Chicken runner ini dibangun oleh dua builder kembar bersaudara – Baru Setiya Purnama dan Bayu Setiya Wibawa dari Brondronx Custom House.
Makassar
Di kota ini, peserta Custom Bike Contrest memiliki peserta terbanyak dengan jumlah 155 custom bike dari Makassar dan kota sekitarnya. Best of the Best akhirnya dinobatkan pada Harley-Davidson Sportster XL 1200 tahun 2006 yang mengusung konsep Pro Street milik Syahril. Motor yang berjuluk “Beast Beauty” yang dibawa langsung dari Samarinda, Kalimantan Timur.
Denpasar
Pertama kali diadakan di Bali, Suryanation Motorland 2017 langsung menjadi ajang tampil builder-builder lokal dan terkenal Bali memamerkan hasil karyanya. Dari keseluruhan 130 peserta dengan motor-motor terbaiknya, custom bike milik Alit Juliarta Murdha dengan basic Motor H-D Softail sukses menjadi pemenang Best of the Best Denpasar. Motor ini merupakan garapan dari Nyoman Gede Sentana Putera dari Kedux Garage.
Surabaya
Surabaya tak hanya menjadi kota terakhir sekaligus menjadi tempat berlangsungnya ajang Grand Battle Suryanation Motorland 2017. Dilangsungkan dua hari yaitu Sabtu dan Minggu (11-12/11) di Lapangan Kodam V Brawijaya, Surabaya, puncak acara tersebut telah sukses dilangsungkan.
Akhirnya pada hari pertama, telah ditemukan Best of the Best Suryanation Motorland 2017 region Surabaya yang jatuh pada motor milik Lufthi Ardika dengan basis mesin Harley-Davidson Shovelhead 1979, berlabur warna hijau glamour dengan mengusung konsep traditional Chopper. Detail yang sempurna menjadi kunci ‘Skinny Chopper’ ini bisa menang.
Tak hanya menjadi Best of Region Surabaya, custom bike garapan Queen Lekha Choppers ini juga terpilih sebagai The Greatest Bike Suryanation Motorland 2017. Khusus untuk pemilihan The Greatest Bike Suryanation Motorland 2017, kehadiran builder Jepang Kaichiroh Kurosu dari Cherrys Company dan Indra “Bluesman” Pranajaya dari Razzle Dazzle Chopper Works Bandung sebagai juri tambahan akan menambah bobot penilaian dan persaingan The Greatest Bike Suryanation Motorland tahun ini. Fokus penilaian para juri tidak hanya pada konsep maupun performa motor, tetapi juga melihat berbagai aspek lain seperti pesan dalam membuat motor, detail dan harmonisasi secara keseluruhan. Congrats!
Teks: Wildaf | Foto: Suryanation Motorland.
















Leave a Comment