Suzuki Inazuma 2014 I Cafe Racer Kalem
Sosok Suzuki Inazuma yang bertampang touring total dirubah Andi Akbar atau dikenal Atenx dari Katros Garage di Bintaro-Jakarta, jadi cafe racer yang kalem. Dari beberapa motor yang mengantri di bengkelnya, motor milik Budi Revianto baru saja selesai digarap dan siap dipakai pemiliknya.
Bagian sasis tak banyak diubah, pun bagian komstir depan. Namun areal belakang Inazuma yang panjang Atenx rombak dan dibuat baru menggunakan pipa berukuran 1 inci berketebalan 2 mm, serta swing arm yang dipanjangkan sekitar 5 cm.
“Stang asli diganti dengan model fatbar. Karena model aslinya clip on, stang baru nggak bisa dipasang, makannya gue bikinin segitiga baru pakai bahan besi 5 cm,” papar Atenx.
Bagian cover bodi termasuk tangki dibuat dari plat galvanis 1,2 mm. Berbagai part wajib berkendara tidak ada yang dihilangkan seperti spion dan lampu sein, dengan jok double seat yang nyaman untuk boncenger.
Bagian kaki-kaki dirubah total. Pelek bermodel palang bawaannya diganti dengan pelek aluminium model jari-jari berukuran depan-belakang 3 inci dengan ban Classic dari Swallow berukuran depan 18/400 dan belakang 17/450.
“Teromolnya gue bikin dari bahan besi, karena kalau mau kanibal dari motor lain takutnya malah nggak kuat karena bobotnya sendiri 180 kiloan,” imbuh Atenx.
Untuk suspensi depan masih mengandalkan shock bawaan asli, dan monoshock belakang diganti dengan dual shock dari Ohlins 340 mm. Sementara knalpot bawaan tidak diubah sama sekali mengikuti keinginan pemiliknya. Atenx sendiri sempat mengalami kendala pada bagian tangki dan teromol saat proses pembangunannya
“Pada teromol karena gue kan bikin sendiri, jadi ketika dipasang harus center, nah itu nggak. Jadi harus bolak balik ke tukang bubut. Tangki juga sempat dapat masalah. Karena nih motor injeksi fuel pumpnya tinggi, maka dudukannya harus dipotong menyesuaikan dengan tangki custom,” imbuhnya.
Terakhir, body dipulas dengan finishing cat doff bernuansa bronze. “Katros sendiri memang lebih suka warna-warna yang tak terlalu shiny, yang saturasinya kurang atau warna monokrom, makannya dipilih doff. Pas, yang punya pun setuju,” tutupnya.
Teks: Wildaf, Foto: Imam Palors
