Suzuki Thunder 125 2006 | Born To Be Free
Berbeda dengan sobat karibnya Dimashito Dwi Pituko alias Bobrenx yang memiliki motor bergaya chopper berbasis Suzuki Thunder 125. Miko memilih chopper beraliran minimalis namun tetap eksotis. Pria bernama lengkap Giovanni Michael tercatat menggarap semua pekerjaan motornya secara langsung di bengkel Brenk Motorcyclops yang tak lain merupakan sobat karibnya.
Berbasis motor Suzuki Thunder 125 tahun 2006, ia melabur chopper jalanan miliknya ini dengan pilihan warna biru awan dengan kombinasi warna perak yang sangat unik. Pasalnya di bagian grafik ia sengaja membuat guratan-guratan berupa garis tegas layaknya sebuah desain tattoo bergaya geometri asimetris. Secara fisik, motor ini mendapat ubahan pada sektor rangka bagian belakang dan body yang lebih dibuat slim dengan penggunaan tangki Honda CB.
Selain tangki bensin, ia mengcustom part lain seperti lampu yang menggunakan lampu variasi, ban depan Dunlop (300/18) dan ban belakang Swallow (400/18). Untuk kendala waktu pembangunan motor ini, Miko mengaku tidak terlalu banyak karna memang sebelumnya sudah di konsepkan. Garapannya juga santai karena dikerjakan sendiri.
Selain, itu pemilihan kursi pengendara berwarna putih menjadikan kesan elegan. Walau demikian, Miko nampaknya juga ingin menonjolkan kesan jalanan yang ia tunjukkan melalui sebuah kain bandana yang ia rekatkan di antara dua suspensi teleskopik motornya yang juga suspensi bawaan pabrik alias stok.
Menariknya, ia tidak menggunakan sebuah silincer pada gas buangnya dan menggantikannya dengan sebuah pipa yang hanya setengah body motornya. Walau terlihat “urakan” suara yang dihasilkan cukup memekakan telinga seakan ia menjadi raja jalanan saat berkendara di atas motor kesayangannya yang berkapasitas mesin 125 cc tersebut.
Di sektor kaki-kaki, ia sengaja masih mempertahankan stok karena dianggap memiliki kinerja yang sudah cukup baik. Tidak lengkap rasanya jika motor beraliran chopper tanpa penggunaan sissy bar. Demi mengentalkan aura chopper a la Amrik, sebuah sissy bar ia sesuaikan tingginya dengan handle bar di bagian depan. Hasilnya, sebuah motor berkarakter born to be free!
Teks: Andhika Kresna, Foto: Herry Axl.
