Test Ride Yamaha MT-25, Impresi Akselerasi
Master of Torque adalah sebuah seri bagi keluarga Yamaha. Dedikasi mereka terhadap konsumen yang haus akan kecepatan serta torsi, terwujud dalam seri MT. Pada kesempatan kali ini, Gastank Magazine menjajal salah satu keluarga baru Yamaha Indonesia, MT-25 yang baru diluncurkan awal Juni lalu.
Varian terbaru ini digunakan untuk menjamah konsumen dikelas Naked bike 250 cc. Yamaha membekali mesin full injeksi enam percepatan, DOHC, dan 2-cylinder segaris yang menghasilkan torsi 22,6 Nm/ 10.000 rpm. Hal ini menguatkan kesan responsif ketika Gastank pertama kali menunggangi kuda besi ini.
Mirip dengan saudara terdahulunya, yakni YZF-R25. Layar speedometer MT-25 pun memiliki shift light untuk memberikan informasi kepada penunggangnya saat yang tepat mengganti perseneling. Lebih lanjut shift light ini akan menyala pada kisaran 7500 rpm-9000 rpm.
Nah, setelah dicoba ternyata perpindahan perseneling pada 7500 rpm masih kalah agresif dibandingkan pada 9000 rpm. Tapi gastankers tenang saja, karena shift light ini dapat disesuaikan dengan settingan mesin MT-25 pit stop di dealer resmi Yamaha.
Puas memuntir gas di jalan lurus, saya penasaran dengan handling kuda besi ini. Alhasil, tikungan ringan dengan sudut masih lebih dari 110ᵒ masih stabil dilahap pada kecepatan 100 km/jam. Postur tubuh saya dengan tinggi 174 cm dan berat badan 65 kg, suspensi MT-25 harus disesuaiakn terlebih dahulu untuk mengurangi keleluasan wheel travel roda belakang agar lebih stabil.
MT-25 lahir dengan diamond frame untuk mendukung keleluasaan gerak roda belakang sampai 125mm, tentunya dapat disetel 7 step untuk menyesuaikan dengan bobot pengendara.
Berikutnya, saya ingin menjajal kenyamanan motor ini untuk digunakan sehari-hari, khususnya di lalu lintas ibu kota. Berbekal bobot 165 kg, motor ini masih lihai meliuk-liuk di tengah kemacetan. Bobot ini masih lebih ringan 3 kg dari kompetitornya.
Apalagi setang yang lebar sudah dilengkapi dengan karet dumper pada raisernya membuat tangan tidak cepat letih karena mampu meredam getaran. Kesimpulannya, kestabilan MT-25 lebih mantap saat riding normal maupun dalam kecepatan tinggi.
Penulis: Mochammad Faisal Al Kahfi, Foto: Herry Axl
