Warning: session_start(): open(/tmp/sess_b7bee016b5533d6b6bf8cb42162b899f, O_RDWR) failed: Disk quota exceeded (122) in /home/gastsynt/public_html/wp-content/plugins/fix-my-posts/plugin.php on line 48

Warning: session_start(): Cannot send session cookie - headers already sent by (output started at /home/gastsynt/public_html/wp-content/plugins/fix-my-posts/plugin.php:48) in /home/gastsynt/public_html/wp-content/plugins/fix-my-posts/plugin.php on line 48

Warning: session_start(): Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /home/gastsynt/public_html/wp-content/plugins/fix-my-posts/plugin.php:48) in /home/gastsynt/public_html/wp-content/plugins/fix-my-posts/plugin.php on line 48

Triumph TR6 1971 | Dirty Pigeon Si Penyabet Dua Penghargaan Bergengsi di HCS 2018

Menarik memang Triumph garapan Heiwa - Japan ini. Pertama kali kami melihatnya kesan racy, gossy dan teknis begitu kental saat motor ini melintas di hadapan kami saat pagi hari jelang Yokohama Hot Rod Custom Show 2017 di buka untuk umum. Kengo Kimura selaku builder sekaligus owner Heiwa Motorcycle terlihat percaya diri dengan motor hasil garapannya berwarna abu-abu berbasis Triumph TR6 tahun 1971 ini.

Hal ini juga bisa jadi tidak hanya kami, bebrapa orang di sana pun mengagumi motor garapan builder yang murah senyum ini. Ia (Kengo) memang terkenak menggarap motor dengan nilai estetika yang sangat luar biasa. Khusus membahas TR6 keluaran 46 tahun silam ini, Kengo kami anggap berhasil membuat Triumph garapannya ini kembali memiliki “roh” ningratnya khas bangsawan Inggris kuno. Dilabur dengan warna kalem dan konstruksi rangka yang unik, Heiwa sukses menghadirkan motor asal Inggris ini menjadi primadona hari itu.

Bagi kami, hal pertama yang sangat menarik adalah bagian frame dimana jika anda melihat dengan detail akan ada tiga bagian baut -on subframe yang membentang sepanjang bagian depan hingga ke bagian buritan TR6. Tidak hanya itu, motor dengan penampilan yang slim, ramping dan proposional ini juga memiliki tangki dari aluminium serta bagian buritan yang simple dan minimalis.

kesan racy terlihat pada penggunaan stang unik yang mengadopsi sistem balap klasik dimana stang baian kanan dan kiri terpusat pada satu titik poros yang menyatu dengan frame utamanya. Tidak hanya stang, Kengo juga memasang satu sett footstep dengan desain racing yang menempel pada bagian subframe dan frame tengah.

Kecerdikan Heiwa terlihat pada penggunaan kelir krom di bagian footstep dan ornamen kecil lainnya. kami berpikir Kengo ingin menonjolkan sisi vintage dengan kemampuan performance yang tersimpan pada mesin dua silinder berkapasitas 649cc ini.

Sedangkan pada areal roda belakang mengandalkan lengan ayun dengan konvigurasi suspensi monoshock yang tidak lazim diaplikasi pada besutan classic. Areal roda menggunakan velg berukuran 19 ” lengkap dengan ban Avon Mk 2 serta sistem rem depan yang di upgrade dengan caliper Brembo berikut cakram.

Bagi kami pemberian nama motor ini sangat tidak pas jika melihat penampilan fisiknya yang sangat bersih dan detail. Heiwa menamakan motor ini dengan sebutan “Dirty Pigeon”. Tidak hanya menyebet gelar penghargaan ‘Motor Terbaik’ Best Motorcycle Show Yokohama Hot Rod Custom Show 2017, Thompson Cycles pun memberi merpati kotor ini dengan penghargaan ‘Pick of Show’. Heiwa juga sukses dengan Dirty Pigeon sebagai sebuah bukti kehebatan Jepang dalam custom scene dari segala sisi baik estetika, performa dan hal lainnya.

Teks: Andhika | Foto: Herry Axl.

Attachment

heiwa motorcycle japan (9) heiwa motorcycle japan (8) heiwa motorcycle japan (6) heiwa motorcycle japan (5) heiwa motorcycle japan (4) heiwa motorcycle japan (3) heiwa motorcycle japan (2) heiwa motorcycle japan (1)

Leave a Comment


Warning: Unknown: open(/tmp/sess_b7bee016b5533d6b6bf8cb42162b899f, O_RDWR) failed: Disk quota exceeded (122) in Unknown on line 0

Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct () in Unknown on line 0