Honda Twin Vaganza, Display Motor Dan Hadirnya Pembalap Legenda
Andai saja Soichiro Honda, sang pendiri Honda Corporation masih hidup dan datang ke kawasan The Breeze, BSD pada akhir Minggu lalu pastinya merasa bangga. Bukan apa-apa deretan puluhan motor lawas produksi awal pabrikan motor Honda ini masih dalam kondisi utuh dan terawat.
Memang pada akhir Minggu lalu (18-19/05) kawasan The Breeze dipenuhi deretan display motor Honda twin lawas dari berbagai tipe. Yup, selama dua hari komunitas dari Honda Twin Owner Group (HTOC) bikin hajatan yang bertajuk Honda Twin Vaganza (HTV).
“Gelaran ini kami dedikasikan untuk memperingati terbentuknya HTOC ke 15, kami kemas lewat acara Honda Twin Vaganza untuk mengumpulkan para penggemar motor Honda twin lawas,” jelas Yuniadi Arif sebagai penggagas event ini.
DISPLAY 57 MOTOR HONDA TWIN LAWAS
Ajang HTV juga sarat dengan berbagai aktivitas, seperti display motor Honda twin lawas yang jumahnya mencapai 57 motor. Asyiknya deretan motor yang dipajang ini merupakan kuda pacu yang sudah menjadi collector item dengan jumlahnya sangat terbatas, hebatnya masih dalam kondisi masih sangat terawat.
Untuk motor Honda Twin tampilan orisinal ada Honda CB450 K0 Black Bommber lansiran 1965, CP 77 305cc 1963 bekas motor pengawal pasukan Cakra Birawa, CL450 K0 1968, CL72 250cc, Dream 50, CB 200 versi Jerman, dan masih banyak lagi. Ada juga deretan Honda Twin custom yang ikut di display macam Black Bomber dan CX500.
Pada areal belakang panggung utama deretan lapak khusus spare part dan perlengkapan aksesoris motor lawas lainnya juga ikut meramaikan ajang HTV. Kesempatan ini juga dimanfaatkan penjual untuk melego berbagai varian motor lawas tersebut. Salah satunya Honda CB450 K0 Black Bomber yang laku Rp 155 juta di event ini.
“Acara ini juga sebagai tempat bertemunya para pecinta motor Honda twin apalagi motor-motor yang didisplay ini terbilang langka jadi bisa langsung dilihat dan diamati detailnya,” jelas Asmai sebagai pendiri HTOC.
MEET & GREET DENGAN PEMBALAP LEGENDA
Ajang HTV juga sebagai edukasi bagi para penggemar Honda twin lawas, makanya pelaku sejarah para pembalap yang pernah menggeber motor balap Honda masa lalu di ajang Grand Prix Indonesia (ajang balap motor di Indonesia) ikut diundang.
Seperti hadirnya sosok legenda hidup pembalap lawas Benny Hidayat yang mengandalkan Honda CB72 juga sebagai pembalap yang turun di ajang Gran Prix Indonesia yang saat itu pertama kali digelar di kawasan Curug. Om Benny ini jadi juara dikelas junior yang saat itu usianya 16 tahun.
Prestasinya juga cemerlang dikacah balap Internasional, saat tahun 1970 dia ikutan balap di GP Macau mampu menjadi juara pertama bersaing dengan pembalap Jepang dan Eropa. Om Benny mampu mencatatkan namanya di hall of fame sirkuit Macau yang tertulis sampai saat ini. “Saat itu saya bersing dengan motor-motor yang kapasitas mesinnya lebih besar,” ceritanya yang didampingi Amir Irawadi sebagai pemerhati balap pada masa itu.
Selain itu juga digelar sesi kampanye safety riding kepada para pengunjung dan anggota HTOC yang dipandu oleh instruktur safety riding Joel D Mastana. Dengan cara penyampaian yang santai Joel menjelaskan bagaimana cara berkendara yang aman dengan berbagai kondisi jalan.
Wah, tahun depan harus digelar lagi nih….!
Penulis: Belo, Foto: Istimewa
(Detail foto lainnya bisa dilihat di www.gastankmagazine.blogspot.com)


















Leave a Comment