Kustomfest 2017 “No Boundaries” | Dihadiri 25 Ribu Pengunjung, Pria Asal Kota Pati Berhasil Bawa Pulang Lucky Draw

Indonesian Kustom Kulture Festival, Kustomfest 2017 - No Boundaries telah resmi ditutup pada Minggu malam (8/10/2017) di Jogja Expo Center, Yogyakarta. Selama dua hari penyelenggaraan, pengunjung ‘lebaran kustom Indonesia’ ini mencapai lebih dari 25 ribu orang dari berbagai kota di Indonesia.

Selama dua hari penyelenggaraan, area indoor dan outdoor dari JEC selalu dipadati pengunjung sejak pembukaan acara sampai rangkaian penutupan yang diakhiri dengan pengundian Lucky Draw di area outdoor JEC. Dari puluhan jumlah puluhan ribu tersebut, pria bernama Arga Widhialoka yang datang dari kota Pati, Jawa Tengah, berhasil menjadi pengunjung yang beruntung membawa pulang “Ojo Dumeh”.

“Tahun ini benar-benar istimewa di tahun keenam penyelenggaraan baik dari kualitas peserta kontes yang meningkat dari tahun ke tahun membuktikan bahwa Kustomfest menjadi ajang yang ditunggu-tunggu. Kemudian pemenang Lucky Draw Trike Kustom baru kita dapat setelah enam kali pengambilan tiket. Suatu kebetulan dan semoga ini menjadi suatu berkah dan pertanda baik bagi Kustomfest 2017 dan juga seluruh pengunjung yang sudah hadir menunggu hasil undian Lucky Draw tadi” jelas Lulut Wahyudi, Director Kustomfest.

Arga Widhialoka, pemenang Lucky Draw mengungkapkan kebahagiaan mendapatkan petuah “Ojo Dumeh” dalam bentuk Trike Custom Chopper berkelir merah tersebut. “Rasanya masih tidak percaya saya bisa mendapatkan Lucky Draw ini, walaupun sempat hujan saya tetap semangat untuk menunggu hasil pengundian di area outdoor dan ternyata membawa berkah sehingga saya bisa membawa pulang motor ini,” ungkap Arga.

Ia menambahkan, salah satu yang membuat ia semangat untuk datang ke Kustomfest 2017 adalah setelah ia melihat Trike Custom Chopper yang pembuatannya didukung oleh Suryanation Motorland dan mendapatkan sentuhan dari Hacka Pinstriping dan David seniman batu asal Mojokerto.

Ari Kusumo Wibowo, Brand Manager Surya yang juga hadir di acara pengundian Lucky Draw. Ia menambahkan Suryanation bangga bisa menjadi bagian dari acara Kustomfest 2017 yang turut mendukung perkembangan kustom kulture di Indonesia. “Kehadiran Suryanation Motorland saat ini yang sudah berjalan selama tiga tahun dan mendatangi beberapa kota di Indonesia merupakan bentuk nyata dukungan kami terhadap dunia kustom kulture. Tahun ini Suryanation Motorland masih akan hadir di Denpasar dan seri Big Bang di Surabaya pada November mendatang,” sambungnya.

Pada Kustom Bike Show juga telah menghasilkan nama-nama pemenang dari tiap kelas dan kategori. Muncul sebagai motor Best Kustom Bike Show adalah hasil karya dari Kromworks yang menghadirkan motor dengan basis Harley-Davidson Softail Evolution tahun 1995 rancangan builder muda, Andhika Pratama dari garage Kromworks yang berbasis di Ciputat, Tangerang Selatan. Motor berbasis frame stainless steel tersebut mencuri perhatian dari beberapa tamu internasional yang hadir seperti Yaniv Evan, Christian Sosa dan juga Shige Suganuma pada saat sesi presentasi karya pada Minggu Sore.

Andhika juga adalah salah satu builder peserta rombongan Indonesia Attack yang sudah mendapatkan tiket untuk mengikuti kompetisi yang diserahkan langsung oleh Shige Suganuma, Presiden Mooneyes yang juga merupakan penyelenggara acara Yokohama Hot Rod Custom Show.

Beberapa konten acara dan juga booth yang ada di area indoor dan outdoor Kustomfest 2017 - No Boundaries mendapat antuasis penggemar kustom kulture dari dalam dan luar negeri. Royal Enfield Rebuild Classic Challenge juga telah memilih empat builder yang akan mulai membangun motor sesuai dengan desain yang mereka presentasikan. Keempat builder yang terpilih adalah Darizt Design - Yogyakarta, Lemb Inc - Jakarta, Kedux Garage - Bali dan DGS Garage - Bandung.

Sisi edukasi yang dihadirkan seperti pemahaman soal mesin V8 dari G-Speed kemudian pengetahuan metal body works dari Sosa Metalworks yang didukung Dinggo mendapat perhatian pengunjung. Di luar acara tersebut, kompetisi soal kreativitas pengecatan helm oleh para painter dengan media helm dan lainnya seperti dari Von Dutch yang hadir dengan Young Pinstripe Contest, dan PT Astra Honda Motor yang juga menghasilkan karya-karya brilian.

Penghargaan Lifetime Achievement juga diberikan kepada Jeffri Polnaja, pengendara motor Indonesia yang sudah berkeliling dunia membawa nama Indonesia dengan mengusung nama “Ride for Peace” dan juga kepada Alm Kristupa Saragih salah satu founder komunitas fotografer terbesar di Indonesia, Fotografer.net yang selalu mendukung pergelaran Kustomfest sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2012.

‘Selamat kepada para pemenang yang sudah terpilih, semoga hasil yang didapat bisa menjadi pacuan untuk bisa terus menghasilkan karya-karya terbaik. Untuk yang belum terpilih jangan menyerah teruslah berproses dan menghasilkan karya,” tutup Lulut.

Kustomfest juga dimeriahkan dengan live performance dari 20 indie band, serta penampilan dari Edane, The Hydrant, dan Gugun Blues Shelter yang menutup seluruh rangkaian acara.

Teks: Wildaf | Foto: Istimewa.

Attachment

kustomfest 2017 yogyakarta (17) kustomfest 2017 yogyakarta (16) kustomfest 2017 yogyakarta (15) kustomfest 2017 yogyakarta (14) kustomfest 2017 yogyakarta (13) kustomfest 2017 yogyakarta (12) kustomfest 2017 yogyakarta (11) kustomfest 2017 yogyakarta (10) kustomfest 2017 yogyakarta (9) kustomfest 2017 yogyakarta (8) kustomfest 2017 yogyakarta (7) kustomfest 2017 yogyakarta (6) kustomfest 2017 yogyakarta (5) kustomfest 2017 yogyakarta (4) kustomfest 2017 yogyakarta (3) kustomfest 2017 yogyakarta (2) kustomfest 2017 yogyakarta (1)

Leave a Comment