Royal Enfiled Indonesia | Empat Builder Garap The Classic Challenge
Tiga tahun keberadaannya di Indonesia, motor asal India, Royal Enfield nampaknya mulai mendapatkan celah dalam segmentasi penjualan mereka. Hal tersebut terbukti dengan adanya program mereka yang aktif dalam setiap gelaran event custom scene di Indonesia. Tidak terkecuali pada perhelatan akbar custom motorcycles bertajuk Kustomfest 2017 – No Boundaries yang berlangsung 6 – 7 Oktober 2017 di Jogja Expo Center, Yogyakarta.
Royal Enfield menyediakan berbagai aksesoris, gear, dan apparel untuk melengkapi gaya berkendara para riders yang tersedia di booth Royal Enfield area A7-A9. Ada juga voucher gear & apparel senilai Rp 500 ribu bagi setiap pembelian satu unit sepeda motor Royal Enfield yang berlaku di seluruh exclusive store Royal Enfield.
Selama Kustomfest berlangsung, Royal Enfield melakukan kegiatan city ride bertajuk ‘RE-Ride Jogja’, yang melewati rute dalam kota Jogjakarta hingga ke gunung Kidul. Para pengunjung terpilih yang telah mendaftarkan diri ke booth Royal Enfield dapat mengikuti kegiatan city ride ini.
Pengunjung juga berkesempatan untuk melakukan test ride Royal Enfield di arena khusus dengan 4 unit sepeda motor yakni Classic 350, Classic 500, Bullet 350 dan Bullet 500.
Booth Royal Enfield juga menghadirkan bagi 8 builder Indonesia untuk mengikuti kompetisi internal Royal Enfield bertajuk Re-Build: The Classic Challenge.
Berdasarkan sistem kualifikasi, delapan builder lokal kenamaan ini ditantang untuk mempresentasikan motor custom karya mereka di depan para juri. Mereka adalah Kedux Garage, Darizt Design, Badagwae, Rizqi Lembinc, Katros Garage, Kweni5 Chopper, Atalier dari Tjap Macan dan Studio Motor. Dalam program ini, Royal Enfield hanya memenangkan empat builder sebagai the winner.
Para pemenang nantinya akan mendapat sejumlah dana tunai dan motor Royal Enfield untuk nantinya mereka custom.“Kompetisi Re-Build ini sebagai upaya mendekatkan diri dan Konsistensi Royal Enfield di Indonesia dengan dunia custom,” terang Ade Sulistio Putra, Managing Director PT Distributor Motor Indonesia (DMI) di Yogyakarta.
Sejalan dengan tema Kustomfest 2017 – No Boundaries, dianggap memiliki karakter motor yang fleksibel dan sederhana namun sangat cocok bagi para pecinta budaya modifikasi. Tim juri yang menilai desain para builder juga tak sembarangan. Mereka adalah Lulut Wahyudi, Director Kustomfest & punggawa Retro Classic Cycles, Andrew Jones - editor majalah custom asal Australia, Pipeburn.
Dari delapan peserta kompetisi tersebut, akhirnya didapat empat builder yang akan merealisasikan desainnya custom motor Royal Enfiled. Mereka adalah Kedux Garage, Darizt design, Rizqilembinc dan Badagwae. Rencananya ke empat builder ini akan menggarap Royal Enfield Classic 500 menjadi sebuah karya nyata. Nantinya, motor-motor custom hasil karya empat builder tersebut akan dilaunching pada acara anniversary Royal Enfield Indonesia Januari mendatang. Well, kita tunggu hasilnya bro!
Teks: Andhika Kresna | Foto: Gastank, Istimewa.












Leave a Comment