Gastank Family : Pembalap Nasional Muhammad Fadly Imammudin, Koleksi Motornya Berkelas

Pembalap juga manusia begitu kira-kira yang tepat bagi para pengejar catatan waktu dilintasan aspal ini, seperti yang sudah jadi jalan hidup bagi M. Fadli Imammudin salah satu talenta pembalap terbaik Indonesia sekarang bergabung dengan tim Astra Honda Racing Team.

Bicara bergabung dengan tim balap, pria yang akrab disapa Kuping ini termasuk yang paling lengkap. Dia sudah pernah membalap hampir semua motor pabrikan di Indonesia mulai dari Suzuki saat menggeber underbond, lantas Yamaha, Kawasaki, sampai akhirnya berlabuh di tim balap andalan Honda ngegas besutan Supersport.

Doyan oprek motor ternyata tidak hanya saat di sirkuit saja, keseharian pembalap kelahiran 25 Juli 1985 juga tidak bisa lepas dari roda dua. Tidak heran kalau di rumahnya yang bertempat di Cluster Tampak Siring, Sentul City dipenuhi beberapa motor koleksinya.

Ini dia petikan wawancara M. Fadly ditemani istri tercinta Diah Asri Astyavi dengan Gastank di kediamannya beberapa waktu lalu.

Halo Fadly sedang sibuk apa sekarang ?
Saat ini jadwal balap belum dimulai jadi sekarang fokus persiapan fisik. Setiap hari kalau enggak jongging ya naik sepeda balap memutari kawasan Sentul City. Kalau akhir pekan biasanya main adventure bareng teman-teman pembalap.

Katanya sedang menunggu kelahiran sang buah hati ?
Iya istri usia kandungannya masuk bulan ke 4 beberapa kali juga sudah USG pengennya anak cowok tapi saya serahkan sama yang Maha Kuasa hasilnya he he he.

Bicara Vespa sepertinya tidak bisa dipisahkan, itu awalnya bagimana ?
Bener, Vespa yang menjadikan saya seperti sekarang ini. Ini pengaruh dari kecintaan keluarganya memang sangat dekat dengan scooter Itali itu. Ayah dan paman sehari-hari beraktifitas naik vespa. Makanya sejak SD saya sudah bisa naik Vespa, malah doyan ngoprek sejak kelas 5 SD sudah bisa bongkar dan pasang mesin sendiri sampai turun mesin.

Cerita dong bagimana pengalaman pertama kali ikutan balap ?
Mulai kenal balap awalnya ditawarkan jadi joki motor Vespa milik begkel Andi Jok Racing, Bang Andi ini salah satu bengkel spesialis yang membuat jok Vespa di bilangan Ciantung, Jakarta Timur. Saat itu tampilan Vespa balap di Jakarta lagi ngetren, rata-rata pesan joknya di bengkel Bang Andi.

Terus bagaimana saat balap ?
Karena sudah terbiasa naik Vespa saat balap tinggal menyesuaikan saja ngegas dilintasan, awalnya nya ada dibarisan tengah karena masih penyesuaian. Tapi setelah beberapa kali ikut balap mulai bisa menguasai handling dan menikmati sampai akhirnya selalu bawa piala saat ikut balap. Pembalap yang jadi rival saya saat itu kebanyakan sudah pengalaman ngegas scooter.

Apakah dulu sudah punya tim balap ?
Nah, ini yang seru ceritanya. Waktu itu balap Vespa banyak digelar di sirkuit parkiran PRJ Kemayoran, karena enggak ada kendaraan saya berangkat naik angkot didampingi sama Roy teman baik saya yang kebetulan tinggal dekat rumah.

Posisi Roy ini ibarat manajer saya. Jadi Sabtu pagi saya sudah sampai di kemayoran doi yang keliling ke paddock tim-tim balap privater untuk menawarkan jasa pembalap buat ngegas motornya. Karena sering kali ada motor yang sudah didaftarkan tetapi pembalapnya berhalangan datang.

Kapan mulai ngegas motor selain Vespa ?
Waktu itu motor balap yang saya enggak cuma Vespa aja karena saat jadi pembalap ‘cabutan’ hampir seluruh kelas ikut. Karena tim-tim balap yang minta jasanya ada yang mengandalkan RX King dan Kawasaki Ninja di kelas sport, lalu kelas bebek standar kadang ngegas Yamaha Force 1 atau Suzuki Tornado sampai Suzuki Shogun dikelas 4 tak yang saat itu mulai turun. Pokoknya ada yang minta dijokiin digas aja.

Pernah dalam satu hari dia balap lebih dari 10 race lantaran orderan ngegas motor lagi banyak. Kalau lagi mujur dan motor yang dibawa pas kencang pernah jadi langganan naik podium di beberapa kelas. Sampai bawa uang hadiah balap sekitar Rp 5 juta saat itu. Kalau udah bawa amplop hadiah baru pulangnya naik taksi bareng Roy ke Cibinong he he he.

Ngomongin motor diluar balap sudah ada berapa koleksinya?
Memang kebiasaan ngoprek motor itu akhirnya terbawa tidak hanya di sirkuit saja, kalau ada waktu senggang saya mulai utak-atik motor sendiri. Jumlahnya masih sedikit ada sekitar 7 motor mulai dari Vespa ada 3 unit. Vespa Super 1970, Excel tahun 2003 dan Vespa PTS 1979 kalau Excel dan PTS mesinnya sudah digarap full racing beberapa part pakai produk performance import. Kebetulan kalau bangun motor saya memang suka oprek performancenya.

Lalu ada juga motor GP Mono basicnya Honda CRF250 racikan Moriwaki yang beberapa tahun waktu lalu jadi program IMI. Motor GPMono yang saya punya ini kondisinya paling mulus karena saat itu cuma sebagai motor cadangan. Ada juga motor trail karena saya juga suka adventure kalau akhir pekan pakai Kawasaki KLX250, sedangkan motor trail mini Suzuki ini saya pakai buat sholat di Mesjid dekat rumah.

Katanya lagi ngincer Honda NSR ya?
Baru ada dapet nih bahannya. Awalnya ngincer NSR250 tapi susah cari motornya. Nah, ceritanya dapet NSR150 ini lucu ada teman di Instagram upload foto NSR150, saat ditanya ternyata mau dijual. Anehnya enggak mau dibayar pakai uang tatapi dia minta wearpack balap lama saya sebagai barternya.

Nah, begitu sampai dirumah motor saya langsung dipretelin hampir seluruh body ganti baru semua sekarang sedang tahap ngerakit. Semuanya saya kerjakan sendiri, bongkar pasang bodi sampai turun mesin di rumah. Oh ya proses bangun motor ini dikerjakan di dalam kabin blind van biar barangnya enggak tercecer dan malas pindah-pindah kalau di garasi.