The Hidden Point 13 Log & Single | Kompetisis Tahunan Untuk Temukan Surfer Berbakat

Pulau Jawa banyak menawarkan keindahan pantai, terutama jajaran pantai Selatan. Beberapa pantai juga memiliki point break yang berpotensi untuk memainkan olah raga surfing, salah satunya Kota Pacitan.

Weekend lalu, Gastank Magazine sempat mampir untuk mengikuti ajang kompetisi surfing lokal bertajuk The Hidden Point 13 Log & Single. Kompestisi digelar hari Minggu (6/8) dan dibagi dalam 2 divisi, yaitu Divisi Open, dan Divisi Longboard.

Menariknya, peserta yang ingin mengikuti tidak dipungut biaya alias gratis. “Hidden Point merupakan kompetisi surfing tahunan yang diprakarsai oleh Pacitan Surfing Club (PSC). Kompetisi biasanya bersifat lokal dan regional, tujuannya untuk menjaring atlit berbakat yang nantinya akan dibina untuk bersaing di kompetisi sekelas Asia maupun International,” jelas Indrata Nur Bayuaji, selaku penanggung jawab PSC.

Buat pencinta olah raga surfing, pantai di Pacitan memiliki ombak kualitas dunia, spot-spot surfing cocok bagi pesurfer beginner hingga profesional. Terbukti dari perhelatan kompetisi surfing yang diselenggarakan setiap tahunnya.

Misalnya pada tahun 2016, Pacitan menjadi destinasi kejuaraan surfing setingkat Asia (ASC). Berbarengan dengan HUT Indonesia 2017, akan digelar kompetisi sekelas World Surf League (WSL) yang juga mampir di Pacitan. Pacitan Surf Club (PSC) punya semangat yang tidak pernah padam untuk memajukan olah raga surfing. Setiap tahunnya PSC sebagai tuan rumah, selalu menggelar kompetisi tajuk The Hidden Point, yang sampai saat ini sudah ke 13 kalinya. Tujuannya untuk membina atlit-atlit muda agar mampu bersaing di kompetisi tingkat international.

Olah raga surfing sangat erat kaitannya dengan alam sehingga tema-tema dalam kompetisi sering dikaitkan dengan menjaga kelestarian alam. Seperti pengunjung pantai, atau penonton selalu dianjurkan untuk menjaga kebersihan pantai. Berapa rangakaian acara seperti beach clean up menjadi wajib disetiap kompetisi yang diadakan.

Meski sederhana, The Hidden Point 13 berlangsung dengan baik dan meriah. Selain kompetisi, digelar juga entertainment bertema “Pertemuan musim panas”, dengan acara baberque, serta pertunjukan seni dari Fitri Dancework yang berkolaborasi dengan Johan Jagrag, musik kontemporer Potro Joyo, dan ditutup dengan party sederhana dan musik akustik saat senja. Cool. Salute!

Teks : Uky Basuki, Foto : Uky Basuki & PSC.