Test Ride BMW G 310 GS | Everyday Enduro!

Setelah lama dinanti penggila Adventure dikelas menengah, akhirnya Sabtu, 20 Januari 2018 BMW Motorrad Indonesia mengahdirkan BMW G 310 GS di kawasan BSD, Tangerang. Dalam kesempatan yang sama, Maxindo Moto selaku APM merek BMW Motorrad di Indonesia memberikan sesi test ride motor yang berjulukan baby GS ini.

Kami pun langsung mengambil bagian dalam daftar panjang antrian sesi tersebut. Melihat trek yang disediakan cukup menantang kami menyiapkan apparel riding mulai boots, decker, jaket, helm dan glove demi keamanan mengingat cuaca hujan dan trek pun didominasi tanah merah dan rerumputan. Tidak menunggu begitu lama, kami pun akhirnya mendapatkan giliran “menjajal” motor dengan tagline Everyday Enduro ini.

Kesan pertama saat menerima kunci, kami melihat motor dengan dimensi yang kompak. Bagian depan terasa besar layaknya sang kakak BMW R1200GS. Kami pun mulai menaiki motor yang memiliki basis mesin yang sama dengan G 310 R. Di bagian konsol, semua full digital. Sayang layar konsol masih menggunakan LCD biasa tanpa warna dan agak sulit melihat informasi seputar bukaan rpm, gear position dan takaran bahan bakar karena pantulan sinar matahari. Bagi kami mungkin hal tersebut tidak menjadi masalah karena feeling kami sudah menyatu dengan motor, namun bagi kaum newbie mungkin hal tersebut terasa kurang karena masih membutuhkan panel tersebut sebagai informasi

Beranjak ke hal lainnya, anak kunci mulai kami putar ke arah ON dan mesin pun kami hidupkan dengan electric starter. Rauman mesin terdengar kuat, bukaan gas juga terbilang responsif. Saat kedua tangan mulai menjulur kebagian stang yang lebar, posisi riding terbilang nyaman. Kami pun memberikan nilai plus untuk hal ini. Tangan kiri mulai menarik tuas kopling dan kaki kanan mulai menekan untuk memasuki first gear. Kopling terasa empuk dan perpindahan gigi terbilang smooth. Nilai plus lainnya selain riding position yang nyaman.

Usai beradaptasi singkat diatas motor, kami mulai jalan dengan bukaan gas antara 2000-2500rpm memasuki jalur trek yang basah. Secara perlahan karet bundar milik Metzeler tipe dual purpose pun mulai menapak diatas tanah merah yang basah. Masih menjajaki trek di putaran awal kami hanya bermain handling dengan menghafal trek lintasan. Stang yang lebar sangat membantu handling kami diatas tanah licin. Lepas dari satu putaran trek berjarak sekitar 10.000 m persegi dengan halang rintang seperti tanjakan, turunan, jalan miring dan beberapa tikungan tajam kami langsung percaya diri untuk membesut motor dengan mesin silinder tunggal berkapasitas 313cc ini.

Konfigurasi kepala silinder yang dibalik 180 derajat pada mesin BMW BMW G 310 GS ini memberikan sensasi center of gravity menjadi lebih rendah dan membuat handling menjadi lebih baik karena semua bobot terpusat pada bagian kaki-kaki dengan cast wheel berdiameter 19 inci dan ban 110/80 R19 di depan dan 17 inci dengan ban 150/70 R17 di belakang. Oia, BMW G 310 GS ini memiliki seat heat berjarak 835mm dan bobot 175,5 kg artinya motor terbilang ringan dan tinggi untuk ukuran orang yang hanya memiliki tinggi badan sekitar 165cm.

Saat melihat trek lurus kami pun menyempatkan “menggeber” total motor ini. Karena lintasan yang terbilang licin ban pun sedikit kehilangan traksi. Namun saat kami menjajal diatas permukaan jalan konblok motor pun asik diajak manuver. Pasalnya sistem pengereman sudah dibekali disc brake berdiameter 30mm, 4 piston radially bolte di bagian depan dan 240mm single piston di bagian belakang. Sayang kami tidak sempat menonaktifkan sistem ABS (Anti-Lock Braking System) saat menjajal motor yang dibanderol 125 jutaan di jalur off-road.

Kesimpulan dari kami, motor memiliki desain yang kental dengan gaya Eropa, torsi mesin terbilang sangat cukup untuk menjajal trek medium enduro. Kami cukup yakin dengan mengganti ban tipe kembang yang lebih kasar BMW G 310 GS ini mampu diajak ke medan trek adventure yang sedikit lebih ekstrem. Handling sangat nyaman, keamanan pengereman dengan sistem ABS pun mampu membuat motor tidak mudah tergelincir. Sayang BMW G 310 GS tidak menghadirkan varian dengan velg model jari-jari yang mampu bergerak dinamis diatas permukaan jalan tidak rata dibandingkan velg cast wheel yang lebih rigid.

Teks: Andhika | Foto: John Resa.

Attachment

test ride bmw g310 gs (4) test ride bmw g310 gs (3) test ride bmw g310 gs (2) test ride bmw g310 gs (1)

Leave a Comment