Yamaha SR400 1988 | “Jaran Goyang Kaum Hawa”

Berdasar karena ingin memiliki seorang kekasih yang aduhai dan sesuai dengan mimpinya, Ardiansyah selaku owner dari Yamaha SR400 sukses mewujudkan motor chopper bergaya Japan. Di sektor mesin, Ardiansyah alias Bajuri mengaku di refresh agar mesin memiliki performa yang mumpuni.

Mesin berkapasitas 400 cc ini menggunakan karbu PWK milik Kawahara yang berukuran 34mm. di sisi pengapian Ardiansyah membuat sistem pengapian sendiri untuk SR400 miliknya ini dengan tipe AC. Sementara asupan kelistrikan dihasilkan dari CDI milik Honda Tiger. CDI ini dikombinasikan dengan Koil kepunyaan Yamaha Scorpio 225 plus sistem pengisian kiprok kepunyaan Yamaha Vixion.

Ahmad Imron dan Eko Kriwil adalah sosok dibalik proses pengarapan motor Yamaha SR400. Di bagian Frame Yamaha SR400 milik Ardiansyah ini di garap di Old Home Garage 393. Frame besar ini dibuat dengan mencocokan dengan mesin besar agar motor terlihat proposional. Tidak hanya membuat, Old Home Garage 393 juga merakit motor milik Ardiansyah ini. Di sektor kaki-kaki, Aridansyah memilih shockbeker depan dan belakang milik Suzuki Thunder 250. Sementara di bagian bawahnya, SR400 miliknya ini menggunakan tromol belakang Yamaha RD350 dan tromol depan kepunyaan Honda Dream 305.

“Konsepnya sebenernya motor classic scrambler. Idenya saya dapat dari mesin ATM tapi saya ubah jadi Amati, Tiru, Modifikasi. Sementara konsep motor-motor kustom di Jepang yang kesannya sederhana dan simple menjadi prioritas saya di motor ini,” Ujar Ardiansyah.

Yamaha SR400 dengan livery jilatan api emas ini menggunakan velg depan dan belakang merk ker-ker. Kedua velg ini dibalur dengan ban IRC Trial berukuran 3.50-18 dan 4.00-17 tipe primaxx. Beralih ke bagian body, Yamaha SR400 menggunakan tangki GT 80. Untuk menegaskan muscle, SR400 bergaya Street Chopper ini dibekali dengan headlamp kustom yang berbentuk persegi. Smeentara finishing painting diserahkan kepada Danny Hacka Pinstriping. Motor ini memakan waktu dua bulan pengerjaan dari awal hingga proses finishing.

Hasilnya terbilang rapih dan eye catchy. Kesan simplenya dapat dan tetap elegan berkat aksen emas pada lidah api dibagian tangki SR400. Dengan kepuasannya tersebut, motor miliknya ini pun diberi nama Jaran Goyang. Ardiansyah pun berharap jika motor nya ini memiliki daya magisnya untuk menarik kaum hawa. “Saya seneng sih akhirnya motor ini bisa saya pakai dan easy ride. Kebetulan saya sering berpergian jarak jauh. Motor ini sudah saya pakai ke Solo hingga Mojokerto PP tanpa kendala,” tutup Ardiansyah.

Teks: Andhika | Foto: Istimewa.